Disebut TNI Gerombolan, KBT Wonosobo Tersinggung

KBT. Kumpul di Markas Kodim 0707, KBT Wonosobo tuntut Efendi segera meminta maaf secara terbuka.
KBT. Kumpul di Markas Kodim 0707, KBT Wonosobo tuntut Efendi segera meminta maaf secara terbuka.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Ucapan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon, yang sebut TNI gerombolan dan seperti ormas, mendapat perhatian dari Keluarga Besar TNI (KBT) Wonosobo. KBT meminta Efendi segera meminta maaf secara terbuka.

“Selaku anggota KBT tidak terima ucapan Effendi Simbon yang mengatakan TNI kayak gerombolan.  Tidaklah pantas seorang wakil rakyat membuat gaduh di masyarakat khususnya menyangkut aparat keamanan negara,” ungkap anggota KBT Wonosobo, Mayor Purn Heru Utomo, kemarin.

KBT Wonosobo yang terdiri dari Pepabri (Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri) PPAD (Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat) FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri), PPM (Pemuda Panca Marga) dipimpin Mayor Purn Heru Utomo mengunjungi Kodim 0707/Wonosobo untuk memberikan pernyataan tidak suka dengan ucapan anggota DPR Effendi Simbolon saat rapat menyampaikan bahwa TNI merupakan gerombolan.

Pihaknya meminta kepada yang bersangkutan untuk  segera minta maaf di semua media baik cetak, elekronik maupun lainnya. Hal ini sebagai pertanggung jawaban ucapannya yang telah menyinggung TNI.

“Secepatnya kita minta yang bersangkutan meminta maaf dan tidak membuat gaduh, ” tandasnya.

Hal senada juga diucapkan Ketua FKPPI Wonosobo Drs Agus Purnomo menuntut agar Effendi Simbolon segara minta maaf secara terbuka baik melalui media sosial, elektorinik, cetak dan sebagainya.  Sebab TNI merupakan alat keamanan negara dan keberadaanya sangalah solid.

“FKPPI minta wakil rakyat tidak membuat gaduh, TNI solid dan menjadi alat negara yang tangguh,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Rahmat yang menerima kunjungan KBT tersebut menyampaikan selaku anggota TNI yang masih aktif sangatlah tersinggung dengan ucapan tersebut.

“TNI sangatlah solid. TNI merupakan organisasi yang tegak lurus keatas mengikuti arahan dari Komando Atas,” katanya.

Menurutnya, TNI merupakan alat pertahanan negara yang timbul dan tenggelamnya bersama negara.  TNI merupakan organisasi yang tegak lurus mengikuti garis Komando dan saat ini TNI merupakan satu satunya institusi yang patuh pada perintah atas.

“Jadi sangatlah tidak tepat bila TNI disebut sebagai gerembolan,” tandasnya

Dandim juga menyebutkan bahwa  Effendi Simbolon merupakan anak tentara. Sangatlah tidak pantas menyampaikan hal tersebut, untuk itu dan minta maaf secara terbuka khususnya kepada TNI. (gus)