Disdukcapil Kota Magelang Cetak KIA Tertinggi di Jawa Tengah

PAPARAN. Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz didampingi Kepala Disdukcapil Kota Magelang Larsita dan lainnya saat memaparkan program inovasi
PAPARAN. Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz didampingi Kepala Disdukcapil Kota Magelang Larsita dan lainnya saat memaparkan program inovasi "Si Bulan" di Command Center. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang terus mempercepat pencetakan dan distribusi Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga Juli 2021, instansi yang berada di Jalan Veteran, Magelang Tengah tersebut sudah mencetak 2.611 keping KIA atau 95,76 persen dari total kebutuhan.

Kepala Disdukcapil Kota Magelang, Larsita mengatakan, dengan capaian itu maka pencetakan KIA di Kota Magelang menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Namun demikian, saat ini pihaknya tak bisa menambah target lagi, karena situasi pandemi membuat upaya jemput bola perekaman KIA terhambat.

”Kita sekarang tidak bisa melakukan jemput bola lagi, misal mendatangi sekolah-sekolah dan kelurahan untuk pemotretan. Sekarang hanya disediakan di Kantor Disdukcapil saja, sehingga ini menjadi kendala kami untuk mencapai target 100 persen,” katanya, saat dihubungi, kemarin.

Ia menuturkan, upaya jemput bola sangat bergantung dengan aktivitas siswa di sekolah. Sebab, pengguna terbanyak KIA berstatus pelajar di bawah usia 17 tahun.

”Sedangkan bagi balita atau bayi yang baru lahir, kita bisa fasilitasi itu dengan program terintegrasi bernama Si Bulan (Aksi Ibu Pulang Bawa Akta Kelahiran). Ini memudahkan orangtua untuk mengurus anak-anak mereka memiliki identitas,” jelasnya.

Di tengah pandemi ini, lanjutnya, Disdukcapil juga meluncurkan program Si Andalan (Aksi Antar Dokumen Sampai Alamat Tujuan). Inovasi tersebut bekerja sama dengan Kantor POS, untuk mendistribusikan KIA ke alamat masing-masing bayi yang baru lahir.

”Untuk bayi yang baru lahir kita kirim KIA bersama dengan akta kelahiran, KK, dan ucapan atas kelahuran anak tersebut kepada orangtua mereka,” tuturnya.

Namun, ia mengakui dalam kondisi PPKM level 4 saat ini, proses perekaman foto menjadi persoalan. Apalagi sasarannya para siswa. Kondisi sekolah yang masih menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat pihak sekolah tidak bisa melakukan usaha jemput bola ke sekolah-sekolah.

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Jahe di Kabupaten Magelang Dilatih Mengelola dan Memasarkan Hasil Tani

”Kendalanya hanya pemotretan itu. Kalau untuk distribusi tidak ada. Lancar-lancar saja, karena kita punya inovasi Si Andalan,” ungkapnya.

Menurut Larsita, KIA sangat penting dimiliki anak. Sebagaimana e-KTP, dokumen kependudukan tersebut berfungsi sebagai kartu tanda pengenal atau bukti diri anak yang sah.

”Dokumen itu bisa digunakan untuk mendata jumlah anak sekaligus menjaga agar hak-hak anak bisa terlindungi,” paparnya.

Selain itu, dokumen diri juga termasuk pemenuhan hak konstitusional anak sebagai warga Kota Magelang. Suatu kabupaten/kota bisa disebut sebagai daerah layak anak dilihat dari jumlah KIA yang tercetak dan diterima oleh anak-anak.

”Selain sebagai kartu identitas anak, KIA juga berfungsi untuk sejumlah kebutuhan. Di antaranya, bisa digunakan saat pendaftaran sekolah, membuat dokumen keimigrasian, transaksi keuangan di perbankan, pelayanan kesehatan, hingga mencegah terjadinya perilaku kriminal,” tandasnya. (wid)