Disdagkop UMKM Wonosobo Pastikan Tak Ada Pedagang di Tangga dan Selasar

MONITOR. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat monitoring boyongan pedagang pasar bersama forkopimda.
MONITOR. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat monitoring boyongan pedagang pasar bersama forkopimda.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Dalam sepekan ini pedagang Pasar Induk Wonosobo secara bertahap menempati pasar yang baru. Akhir bulan Agustus 2022, seluruh pedagang ditargetkan masuk ke dalam pasar. Pemkab juga meminta seluruh akses jalan di dalam pasar dan selasar bersih dari pedagang.

“Pasar sudah megah, nanti harus diramaikan, dengan berbagai even, jangan ragu gelar acara. Saya akan pantau pasar sebulan sekali,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai monitoring boyongan pedagang pasar bersama forkopimda.

Menurutnya, investasi pasar induk sudah cukup besar, maka seluruh pedagang pasar harus memaksimalkan lokasi tersebut sebagai pusat perdagangan yang memajukan perekonomian rakyat Wonosobo. Masih banyak harapan terhadap pasar induk.

“Pedagang dan pembeli harus bahagia dan mereka harus nyaman, uang rakyat harus kembali kepada rakyat. Saya ingin pasar ini menjadi pusat perbelanjaan di Kabupaten Wonosobo yang nyaman dan modern,” pintanya.

Afif meminta, akses dan area pasar induk harus tertata rapi, tidak ada pedagang di selasar pasar dan juga akses jalan, jembatan dan tangga di pasar induk. Sehingga, benar benar memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli.

“Semua harus bersih, masuk ke dalam pasar, tidak ada di luar. Di dalam bisa dikonsep seperti pujasera, tadi sudah dipraktekkan, dan itu bisa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Bagiyo Sarastono mengatakan, melalui UPT Pasar Induk, Disdagkop UMKM telah membuat konsep pasar yang lebih rapi, tertata dan berbeda dari sebelumnya.

“Apa yang menjadi permintaan banyak pihak termasuk Bupati dan Wabup, pasar harus lebih baik, akan diwujudkan. Namun, perlu dukungan semua pihak, utamanya pedagang pasar,” katanya.

Menurunnya, permintaan masyarakat Wonosobo, agar area parkir di sekitar pasar lebih rapi dan tidak mengganggu pengguna jalan, serta banyaknya pedagang yang menggunakan mobil dan berdagang di pinggir jalan, akan dikoordinasikan dengan OPD terkait.

“Setelah semua masuk, pedagang pasar minta ada penertiban parkir dan pedagang di luar. Tentu itu bukan ranah kami semata, perlu koordinasi dengan linta OPD yaitu disperkimhub dan satpol PP,” ucapnya.

Sedangkan untuk memastikan selasar pasar induk dan juga jalan dan tangga di dalam pasar tidak digunakan untuk berjualan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan konsep bersama dengan pedagang dan juga keamanan pasar.

“Itu masalah itu, kami sudah ada konsep dengan pedagang dan keamanan pasar. Bahkan belum lama ini ada yang mencoba berdagang di selasar, tapi langsung  kami tangani. Masyarakat boleh memberikan masukan atau ikut mengawasi demi kemajuan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (gus)