Dirikan SLB Berstatus Negeri

BANTUAN. Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin, dalam kegiatan penyerahan bantuan di TK LB Mutiara Hati, Desa Kenayan Kecamatan Borobudur yang diberikan PT Modena Indonesia.

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang sedang memproses berdirinya Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan status negeri. Dengan sekolah berstatus negeri, diharapkan bisa menampung mereka yang berkebutuhan khusus.

“Karena saat ini masih banyak didirikan oleh pihak-pihak swasta. Maka kami berupaya untuk bisa mendirikan sekolah luar biasa yang negeri,” ucap Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin dalam penyerahan bantuan di TK LB Mutiara Hati, Desa Kenayan Kecamatan Borobudur yang diberikan PT Modena Indonesia, Kamis (18/3/2021).

Bantuan itu diharapkan bisa menginspirasi pihak-pihak lain untuk berbagi bersama dan memberikan manfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Modena yang sudah memberi bantuan kepada Mutiara Hati, mudah-mudah bantuan ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Baca juga
CCAI Terima Anugerah Penghargaan Lingkungan dari Pemkab Semarang

Tanti juga menyatakan salut kepada pimpinan TK LB Mutiara Hati yang sudah memberi contoh kepada kita semua, dengan mendedikasikan hidupnya untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kalau kita punya niat baik sekecil apapun, maka bisa terlaksana dan bisa menjadi amal jariyah yang nantinya mendapatkan faedah dan pahala dari Alloh SWT,” tutur Tanti.

Tanti berharap apa yang dilakukan TK LB Mutiara hati bisa lebih mengembangkan dunia pendidikan luar biasa di Kabupaten Magelang.

Head of Corporate Communication PT Modena Indonesia, Vina Wijaya pada penyerahan bantuan di TK Luar Biasa Mutiara Hati, mengatakan, bantuan yang diberikan berasal dari program Corporate Social Responbility (tanggung jawab perusahaan),  yang terkumpul dari hasil lelang masterpiece retrofridge (melukis di lemari pendingin) dari tiga seniman disabilitas.

“Ketiga seniman itu antara lain Hana Madness, Aqil Prabowo, dan Anfield Wibowo. Hasilnya kita lelang dan berhasil terkumpul donasi sebesar Rp100 juta,” paparnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

Seluruh hasil lelang itu kemudian diserahkan kepada Yayasan Sinar Mutiara Hati yang mengelola TK Luar Biasa Mutiara Hati.

“Kami berharap donasi yang disalurkan ini dapat bermanfaat untuk membantu TK Mutiara Hati Borobudur ini. Untuk membantu, siswa-siswi difabel di TK tersebut agar dapat mengejar impian mereka,” katanya.

Dirinya menambahkan, dengan bantuan tersebut diharapkan fasilitas di TK Mutiara Hati lebih memadai.

Kepala TK Mutiara Hati, Sri Murdani mengatakan, bantuan dari PT Modena Indonesia digunakan untuk menambah fasilitas di sekolah luar biasa ini, yakni ruang ibadah dan ketrampilan. Fasilitas tersebut  sangat diperlukan bagi anak-anak didik yang berkebutuhan khusus, yang nantinya diharapkan bisa membuat karya yang hebat.

Ia mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya dirintis sejak 2017. Semua biaya operasional TK beserta 7 guru pendamping untuk 72 siswa itu, berasal dari kantong pribadinya.

Menurutnya, meskipun serba kekurangan, pihaknya tidak melakukan pungutan biaya bagi semua siswanya karena keterbatasan ekonomi orang tuanya.

“Hanya saja, secara sukarela orang tua siswa menyumbangkan apa yang mereka punya seperti ketela, makanan ringan dan lainnya,” pungkas Sri Murdani.(cha)