Diposting di FB, Peralatan Panahan Karya Triyono Mulai Banyak Peminatnya

JEMPARINGAN. Triyono warga Dusun Ketaron Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, memproduksi peralatan panahan atau jemparingan.

MAGELANGEKSPRES.MAGELANG-  Triyono (43), salah satu warga Dusun Ketaron Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menekunii industri kreatif memproduksi peralatan panahan atau jemparingan.

Triyono bersama tiga rekannya mulai menekuni pembuatan alat panah atau jemparingan sejak tahun 2019 lalu.  Kini usaha produksinya mengusung nama Threearch. Dirinya juga tergabung dalam komunitas jemparing bernama Bamburuncung Archery Club (BAC) dengan 40 anggota. Dan di bawah KONI Kabupaten Magelang.

Berawal keinginan dan iseng, hasil produksinya diposting di media sosial ternyata ada yang membelinya.

“Awalnya saya main ke rumah teman dan melihat ada jemparing milik anaknya. Saya melihat dan mencobanya ternyata tertarik. Lalu mencoba membuatnya secara otodidak di rumah,” terangnya.

Baca Juga
Adi Puguh, Pengusaha Asal Magelang Sukses Bawa Brand GDCK

Triyono mengawali dengan membuat empat set jemparingan, model pegangan dengan desain sendiri. Kemudian di posting di facebooknya, ternyata ada yang tertarik membelinya.

“Langsung ada yang tertarik, dan laku. Kemudian saya menekuninnya dengan mencari tahu model dan jenis panahan atau jemparingan lainnya,” ungkapnya.

Setelah itu ada seorang ahli jemparingan yang mengkritik model pegangan jemparingan miliknya yang menggunakan desain sendiri. Ternyata ada tipe jenisnya tersendiri.

“Kemudian saya mencari tahu, ternyata ada model Jemparingan Yogyakarta dan Solo. Setelah itu saya mengiblat model Yogyakarta untuk produksi alat jemparingan,” paparnya.

Kini Triyono bersama rekannya membuat tiga jenis panahan. Yakni Berbo, Jemparing, dan Hoserbo. Bahannya ada yang dari bambu pilihan, Kayu Sonokeling, Kayu Sawo, Kayu Kemuding, Fiber dan Rotan.

“Untuk busur menggunakan jenis kayu sesuai permintaan. Dan bulunya dari Entok dan Kalkun. Bulu ini bagus karena seperti ada lapisannya yang tidak mudah basah,” jelasnya

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Citra Medika Terpilih Jadi Sekolah Pusat Keunggulan

Baca Juga
Cara Unik Merayakan Hari Kartini, Santriwati Ponpes Selamat Bacakan Surat-surat Kartini

Adapun untuk harga produknya, Triyono membandrol sebagai buatan pemula, seperti Jemparing dihargai Rp 350 ribu, Horsebo Rp 400 an ribu, dan Berbo Rp 600 an ribu.

“Itu harga rata-rata, tapi bisa naik tergantung desain dan bahan baku yang diingkinkan. Biasaya yang pesan untuk latihan komunitas, pribadi, wisata ataupun hiasaan di rumah, jadi harga menyesuaikan,” paparnya.

Dirinya mengaku penjualan masih di sekitar lokalan Jawa Tenga. Seperi Karanganyar, Magelang, dan Jogyakarta. Selain sebagai salah satu sumber pereknomian, Triyono bergelut dibidang panahan atau jemparingan tersebut tetap ada tujuan lain.

“Pertama saya ingin mensosialisasikan bahwa panahan atau jemparing itu menarik dan kedua hal tersebut juga sunnah rossul,” tandasnya.(cha)