Dikunjungi Anggota DP4R RI, Nelayan Purworejo Sampaikan Berbagai Aspirasi

ASPIRASI. Anggota Komisi IV DPR RI menanggapi sejumlah aspirasi nelayan saat melakukan kunjungan kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan di TPI Pantai Kertojayan Kecamatan Grabag Purworejo, kemarin. (foto: eko sutopo/purworejo ekspres)
ASPIRASI. Anggota Komisi IV DPR RI menanggapi sejumlah aspirasi nelayan saat melakukan kunjungan kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan di TPI Pantai Kertojayan Kecamatan Grabag Purworejo, kemarin. (foto: eko sutopo/purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Berbagai aspirasi disampaikan oleh para nelayan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Purworejo saat menerima kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina SE MBA, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (21/4). Aspirasi itu antara lain terkait sarana prasana bagi nelayan yang belum memadahi dan kebutuhan pelatihan pengoilahan ikan bagi para istri petani.

Kunjungan kerja berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Selain berdialog dengan para nelayan, Vita beserta rombongan juga memberikan bantuan paket sembako dalam rangka Bulan Bakti Nelayan Tahun 2022.

Hadir antara lain Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Widodo SPi MSi, Kabid Perikanan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (LHP) Kabupaten Purworejo, Suyud Jatmiko, Muspicam Grabag, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Purworejo.

Suyud Jatmiko menyebut, jumlah nelayan di Kabupaten Purworejo berdasarkan kepemilikan kartu nelayan sekitar 776 orang, sedangkan jumlah armada perahu nelayan sekitar 152 unit. Menurutnya, saat ini perjuangan nelayan mendapat ikan kian sulit. Banyak faktor yang mempengaruhi, baik yang berasal dari faktor alam maupun faktor teknis.

“Mumpung saat ini ada wakil kita di DPR RI, silahkan disampaikan unek-unek (aspirasi) para nelayan. Semoga nantinya beliau bisa menyerap aspirasi dan mungkin bisa dihubungkan dengan program yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” sebutnya saat menyampaikan sambutan.

Mukadis, Ketua HNSI Purworejo, mengatakan bahwa bertepatan dengan Hari Kartini kali ini, dirinya meminta adanya pelatihan untuk meningkatkan SDM para kartini nelayan atau istri-istri nelayan. Pelatihan tersebut di antaranya seperti pengolahan ikan sekaligus ditindaklanjuti dengan bantuan alat pengolah ikan.

Selain itu, pihaknya juga menginginkan adanya pembangunan pemecah ombak di pantai-pantai yang ada di Purworejo khususnya di Desa Kertojayan.

“Karena banyak ombak besar, satu tahun hanya bisa melaut 90 hari. Perahu nelayan juga kecil-kecil. Jadi saat ombak besar nelayan Purworejo hanya jadi penonton, nelayan kabupaten lain yang lalu lalang mengangkat ikan, harapan nelayan ada semacam pemecah ombak agar nelayan bisa setiap saat melaut,” katanya.

Pihaknya meyakini bahwa lembaga DPR memiliki fungsi budgeting, maka dirinya meminta untuk mengawal pembangunan sarana prasarana bagi nelayan di Purworejo.

“Kita di sini juga nelayan kecil, kita butuh BBM yang sekarang mahal, maka mohon untuk tetap ada BBM bersubsidi bagi nelayan. Akses jalan ke TPI di Desa Kertojayan juga kecil butuh pelebaran,” sambungnya.

Marsono, salah satu nelayan di Pantai Kertojayan menginginkan bantuan alat tangkap bagi para nelayan di Purworejo yang setiap tahun harus diganti. Dirinya juga mengharapkan peremajaan mesin tempel pada perahu milik nelayan yang rata-rata sudah berusia 10 hingga 15 tahun.

“Di TPI Kertojayan juga ada los pedagang ikan yang sudah mau ambruk, sudah lima tahun ini sudah tidak layak digunakan,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Vita Ervina menyampaikan bahwa keluhan para nelayan di Purworejo menjadi perhatian khusus baginya. Pihaknya berjanji akan segera mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

“Saya sudah mencatat beberapa masukan dari nelayan. Ini menjadi perhatian khusus untuk saya bawa. Misalnya terkait dengan sarana dan prasarana, kita akan koordinasikan dengan dinas setempat dan juga kita bantu untuk pengaturan budgeting di atas,” jelasnya.

Untuk permintaan bimbingan teknis bagi ibu-ibu nelayan, kata Vita, juga menjadi perhatiannya dan rencananya akan dijadwalkan segera pada tahun ini.

“Itu juga bisa menambah pendapatan untuk para nelayan,” ungkapnya.

Sementara terkait permintaan pemecah ombak, disebutnya membutuhkan anggaran yang besar sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan banyak pihak.

“Bukan hanya soal permintaannya, tapi juga ternyata urusan tanah, administrasi dan kelengkapannya harus disiapkan terlebih dahulu, ada proses yang memang harus kita lalui,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Bulan Bakti Nelayan yang digelar merupakan sinergitas dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan sengaja dipusatkan di Pantai Kertojayan karena merupakan salah satu pesisir pantai yang memiliki jumlah nelayan besar di Purworejo.

“Kami memberikan 1.000 paket yang tersebar di Dapi jateng VI, khususnya Kabupaten Purworejo. Untuk hari ini secara simbolis diwakili 50 nelayan yang ada di Pantai Kertojayan,” tandasnya. (top)