Diizinkan Bupati, Pasar Tradisi Lembah Merapi Kembali Dibuka

PEMBUKAAN. Bupati Magelang dalam pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi yang berlokasi di puncak Bukit Gununggono Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Magelang.
PEMBUKAAN. Bupati Magelang dalam pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi yang berlokasi di puncak Bukit Gununggono Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Setelah tutup karena Pandemi Covid-19, Minggu (23/8/2020) Pasar Tradisi Lembah Merapi yang berlokasi di puncak Bukit Gununggono Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Magelang kembali dibuka.

Pembukaan tersebut setelah surat izin beroperasi ditanda tangani Bupati Magelang beberapa minggu yang lalu. Dibukanya kembali tentunya dengan penerapan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak.

Pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi tersebut dilaksanakan oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir secara langsung, yang didampingi Asisten 3 sekaligus Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Anggota DPRD Kabupaten Magelang Syukur Achadi, dan unsur terkait lainnya.

“Terpenting tetap patuhi tujuh protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Karena di Kabupaten Magelang masih terdapat 43 kasus positif covid saat ini,” katanya dalam sambutannya.

Zaenal juga menyampaikam, sejak dirinya meresmikan destinasi wisata Banyubiru ini dari tahun 2017 hingga sekarang perkembangannya cukup pesat.

“Tentunya saya mengaprisiasi langkah Pemerintah Desa Banyubiru dalam mengambil kebijakan pengembangan lokasi wisata ini. Ditambah adanya pasar kuliner ini, pemberdayaan masyarakat sangat tampak jelas dampaknya dalam perekonomian,” tutur Zaenal.

Baca juga
Empat Pasien Positif Corona Sembuh, Kasus Tertinggi Masih Mertoyudan

Bupati Magelang menyampaikan turut berbahagia dan nyekuyung atas dibukanya Pasar Tradisi Lembah Merapi ini.

“Semoga keberadaan lokasi wisata ini memberikan manfaat positif guna menggerakan geliat pariwisata dan roda perekonomian masyarakat. Sehingga pada suatu saat memberikan manfaat besar bagi kesehjateraan masyarakat Kabupaten Magelang,” harap Zaenal.

Pasar yang berisikan macam-macam kuliner jadul masyarakat jawa ini diketahui berhenti beroperasi selama empat bulan karena pandemi covid-19. Dimana lokasi tersebut dikelola oleh Pemdes Banyubiru melalui BUMDes Nirmala Biru, yang buka setiap hari Minggu pagi jam 06.00-12.00 WIB.

Artikel Menarik Lainnya :  Sopir Truk yang Terseret Banjir Lahar Dingin di Kali Bebeng Magelang Ditemukan Meninggal

Dibukanya dibuka kembali tempat wisata tersebut, membuat wisatawan dari berbagai daerah datang berkujung ke lokasi tersebut. Dari Semarang, Jogyakarta, Jakarta dan lain sebagainya.

Kepala Desa Banyubiru, Wintoro, mengatakan sejak pasar ini dibuka awal tahun 2019 perputaran uang mencapai Rp 1,5 miliar.

“Tentunya karena pandemi covid kemarin harus libur empat bulan. Meskipun keadaan sekarang masih pandemi, namun pasar beroperasi sesuai ketentuan baru yakni menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Wintoro.

Wintoro mengungkapkan, selama tutup memang lapak-lapak pedagang yang berjumlah 37 tersebut rusak, sehingga diganti dengan yang baru.

“Itu lapak-lapak yang dipakai sekarang baru semua dibuat oleh para pedagang secara swadaya seminggu ini. Semangat masyarakat disini memang patut diacungi jempol serta kekompakannya. Saya berharap dengan dibukanya kembali lokasi ini oleh Bupati Magelang, kedepan perekonomian masyarakat disini kembali normal. Dan beberapa kendala infrastruktur yang masih kurang bisa bertahap ditata kembali tentunya dengan arahan Bupati Magelang,” harap Wintoro.(cha)