Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Purworejo Terendam

EVAKUASI. Personil TNI tampak mengevakuasi salah satu korban banjir untuk diungsikan di tempat yang lebih aman. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Purworejo sejak Selasa sore hingga Rabu (10/2) pagi, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Purworejo hingga merendam ratusan rumah. Yang paling parah, banjir terjadi di Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Pituruh.

Banjir terjadi di Desa Wingko Sanggrahan Kecamatan Ngombol  mengakibatkan sedikitnya 600 jiwa dari 200 kepala keluarga terdampak luapan air sungai Sirinding. Sementara di Desa Brengkol Kecamatan Pituruh banjir menggenagi  250 rumah warga di tiga pedukuhan akibat meluapnya sungai lesung.

Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Infanteri Lukman Hakim SSos MSi mengatakan dalam penanganan bencana sudah menyiapkan sebelumnya dan mengantisipasi saat hujan turun langsung menyiagakan tim resque dengan alat LCR yang siap gerak untuk membatu dalam pertolongan pertama.

Baca Juga
Ratusan Jiwa di Desa Brengkol Terdampak Banjir, Wabup Purworejo Tegaskan Penanganan Harus Cepat

“Kita melakukan evakuasi terutama kepada lansia, perempuan ke titik yang lebih aman selanjutnya diadakan koordinasi dengan instansi lain untuk mendirikan dapur umum,” jelasnya.

Lebih lanjut Dandim menuturkan Kejadian banjir di wilayah Ngombol ini, bukan kejadian yang pertama kali namun tetapi setiap tahun saat musim penghujan sehingga Kodim dan instansi yang lain sudah terlatih dan otomatis dengan sarana yang ada untuk menolong sudah disiapkan.

“Kami lakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dengan melakukan pendistribusian makanan yang dimasak di dapur umum. Selain itu juga membagikan paket sembako untuk stok selama tidak beraktifitas selama banjir,” imbuhnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Sutrisno menambahkan, Wingkosanggrahan memang menjadi salah satu desa rawan banjir di Kecamatan Ngombol. Lokasinya yang berada di titik terendah dan dekat dengan bantaran sungai menjadi salah satu penyebabnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Progres Laporan Penyalahgunaan DD Kemiri Kidul Dipertanyakan

“Biasanya, jika banjir terjadi malam, pagi hari air sudah surut. Namun kali ini sampai siang air belum surut. Cuaca juga masih mendung dan berportensi terjadi banjir susulan. Langkah tanggap darurat bencana kami lakukan dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan logistik kepada warga,” katanya.

Dijelaskan, ada sekitar 200 KK warga terdampak banjir kali ini, data valid masih dalam proses pendataan secara detil untuk mempermudah proses penyaluran bantuan. Sementara proses evakasui korban diprioritaskan untuk lansia dan balita.

“Lanisa dan balita kami evakuasi ke Balai Desa. Proses evakuasi dan pengiriman logistik makanan ke rumah-rumah korban juga dibantu TNI/Polri dan relawan,” jelasnya.

Camat Ngombol, Nurfiana menambahkan, untuk mengurangi dampak banjir pihaknya akan mengupayakan normalisasi sungai. Dalam waktu dekat akan melakukan konsultasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSSO). Normalisasi sungai direncanakan tahun ini. “Di Kecamatan Ngombol, daerah yang berpotensi banjir lainnya yakni Desa Kaliwungu Kidul, Desa Kaliwungu Lor dan Desa Laban,” ujarnya. (luk)