Digitalisasi Program, Masuk Objek Wisata di Purworejo Bakal Pakai E-ticketing

Museum Tosan Aji adalah museum khusus yang menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji (keris). penerapan e-ticketing yang dilakukan secara bertahap sudah memungkinkan untuk diterapkan di objek wisata ini.
E-Ticketing. Museum Tosan Aji adalah museum khusus yang menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji (keris). penerapan e-ticketing yang dilakukan secara bertahap sudah memungkinkan untuk diterapkan di objek wisata ini.

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebagai upaya untuk merealisasikan digitalisasi di obyek wisata di Purworejo, Pemkab bakal menerapkan electronic ticketing (e-ticketing). Uji coba penerapan tersebut dilakukan di Museum Tosan Aji.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Pranoto menjelaskan, pemberlakuan e-ticketing bertujuan untuk digitalisasi program, peningkatan pendapatan daerah, memajukan pembayaran non tunai dan sukseskan pariwisata Purworejo dengan retribusi.

“Selain itu, kelengkapan data pengunjung, pendapatan, pembelian tiket menjadi lebih terstruktur,” terang Agung kepada awak media, kemarin.

Pengunjung, kata Agung, dapat mengakses e-ticketing melalui aplikasi e-wisata. Nantinya, penerapan e-ticketing akan dilakukan secara bertahap. Hal ini karena obwis lain yang sudah diizinkan buka masih terkendala sinyal jaringan internet. “Sehingga Museum Tosan Aji yang memungkinkan untuk diterapkan e-ticketing dulu,” ujarnya.

Untuk obwis lainnya seperti Geger Menjangan, Kolam Renang Artha Tirta, Pantai Dewaruci Jatimalang, dan Goa Seplawan, masih dalam tahap sosialisasi. Belum sampai kepada pengaplikasian e-ticketing.

Sementara Kepala UPT Pengelola Kawasan Alun-Alun Kabupaten Purworejo Agus Perdiat menyebutkan, saat ini tarif baru diberlakukan di Museum Tosan Aji. Mulai Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar atau mahasiswa. Sedangkan untuk kendaraan roda enam, dikenakan tarif Rp10 ribu, roda empat Rp5 ribu, dan roda dua Rp2 ribu.

“Sejak dibuka, kunjungan sudah ada meskipun belum banyak,” beber Agus.

Meski demikian, pembatasan pengunjung akan dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung. Dia juga mengimbau, agar pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan saat memasuki museum. Mengingat kondisi saat ini masih pada maa pendemi Covid-19. “Dan mematuhi prosedur berkunjung di museum dengan baik,” harapnya. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Polemik Hotel Vs SD Sebomenggalan Temukan Titik Tengah