Diduga Terlibat Kasus Kredit Fiktif, Mantan Karyawan Bank BUMN di Brebes Ditahan

Mantan Karyawan Bank di Brebes Terlibat Kredit Fiktif
Mantan Karyawan Bank di Brebes Terlibat Kredit Fiktif di Tahan. ( foto: ISTIMEWA , kumparan.com )

BREBES, MAGELANGEKSPRES.COM – Diduga korupsi kredit fiktif mencapai Rp2,9 Miliar, mantan karyawan Bank BUMN berinisial ACN, 32, diciduk Kejaksaan Negeri Brebes, Kamis (14/10). Penahanan dilakukan, setelah ACN menjalani proses pemeriksaan di ruang Pidana Khusus Kejari. Alasannya, pelaku dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri atau mengulangi perbuatannya.

Kepala Kejari Brebes Mernawati menjelaskan, ACN, 32, merupakan mantan karyawan Bank BUMN di wilayah Kecamatan Bumiayu yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Modusnya, pelaku diduga menyalahgunakan jabatannya dengan pemberian kredif fiktif pada 2018 hingga 2019. Yakni, mengajukan proses kredit fiktif yang seolah-olah diajukan nasabah. Padahal, semua berkas dan dokumen persyaratan tidak sesuai ketentuan.

”Total kredit fiktif yang disetujui tersangka sebanyak 115 rekening. Setelah kredit cair, digunakan untuk kepentingan pribadi bersama calo dan orang lain yang membantu,” ungkap Kajari saat menggelar konferensi pers. Kamis (14/10).

Terungkapnya kredit fiktif tersebut, lanjut Merna, berawal dari hasil audit internal bank. Awalnya, ACN yang merupakan warga Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal itu merupakan mantan karyawan yang menjabat sebagai mantri atau Marketing Kredit.

Dari hasil audit tersebut pihak bank langsung melaporkan karena diduga memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Kemudian, ditindaklanjuti pemeriksaan terhadap tersangka sesuai surat perintah penyelidikan Kajari tertanggal 25 Januari 2021. Selanjutnya, mengacu surat perintah penyidikan Kajari tertanggal 5 Mei 2021. ”Dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, sebanyak 35 saksi sudah diperiksa. Sambil menuntaskan berkas penyidikan, tersangka kami titipkan ke Lapas Brebes,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus-red) Naseh, didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum-red) Da’wan Manggalupang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka ACN, total kerugian negara mencapai Rp2.939.258.376 atau Rp 2,9 Miliar lebih. ”Penuntasan proses berkas penyidikan terhadap tersangka, kami masih terus mengembangkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kesal Tak Terpilih Lagi...Mantan Kades Bawa Kabur Mobil Sampah Desa

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni primer pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kemudian, Subsidair pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. (syf/fat)