Diduga Kelelahan Mandi di Sungai, Seorang Bocah Tewas Tenggelam

PENCARIAN. Proses pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Cemong Wediasin Desa Krasak oleh tim sar, relawan dan warga setempat.
PENCARIAN. Proses pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Cemong Wediasin Desa Krasak oleh tim sar, relawan dan warga setempat.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Seorang bocah lelaki, RA (10) asal Kecamatan Selomerto ditemukan sudah tidak bernyawa, setelah tenggelam hampir satu jam di kedung Sungai Cemong. Korban tenggelam saat mandi bersama satu orang temannya.

“Satu orang anak meninggal dunia. Tenggelam saat bermain di Sungai Cemong Wediasin Krasak Selomerto. Korban sudah ditemukan dan evakuasi oleh warga bersama anggota tim SAR, relawan SAR, TNI dan Polri,” ungkap kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim Kurniawan, kemarin.

Menurutnya, kronologis peritiwa tersebut terjadi pada selasa tgl 27 Juli 2021 jam 12.30 WIB. Dua orang anak berenang di Sungai Cemong Dusun Wediasin Desa Krasak Kecamatan Selomerto. Korban tenggelam pada pukul 12.35 WIB. Dan korban yang satunya atas nama AF (10) ditemukan dengan selamat dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Selomerto.

“Korban atas nama R berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 14.35 WIB  dalam keadaan meninggal dunia di sekitar LKP. Korban dibawa ke rumah duka. Korban selesai dievakuasi jam 14.40 WIB,” ucapnya.

Diduga kuat, korban tenggelam lantaran terbawa pusaran air dalam Sungai Cemong, yang biasa digunakan oleh warga setempat untuk mencari pasir dan batu. Kedua korban tidak menyadari terbawa arus deras sungai yang memiliki kedalaman hingga tiga meter. Lantaran  kemampuan berenang belum begitu lincah sehingga ketarik arus kedalam.

“Tenggelamnya dua anak tersebut langsung diketahui oleh warga setempat, sehingga langsung dilakukan pencarian. Untuk satu korban yang selamat lantaran cepat ditemukan. Sedangkan untuk korban meninggal memang cukup lama tenggelam,” katanya.

Jenazah korban meninggal selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis. Karena tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan, kasus itu diduga murni kecelakaan. Kemudian korban dibawa pulang diserahkan kepada pihak keluarga serta makamkan di TPU setempat.

Artikel Menarik Lainnya :  Bank Wonosobo Raih 3 Penghargaan Top BUMD Awards 2021

“Agar kasus serupa tidak terulang, kita imbau tetap waspada saat bermain disungai. Sebab, arus dalam susah ditebak, banyak ceruk dan pusaran air. Kepada warga setempat juga untuk ikut mengawasi jika ada anak bermain disungai, ditegur atau  diarahkan ke lokasi yang benar-benar aman,” pintanya.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Wonosobo Hardi Amanurijal mengemukakan, pihaknya memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi SAR disertai peralatan selam

“Saat ini Kedalaman sungai Cemong sekitar 4 meter lebar 10 meter setelah upaya penyelaman sekitar tempat kejadian korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke pihak  keluarga,” imbuhnya

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan tim yang terlibat kembali kesatuannya masing- masing. (gus)