Diduga Cabuli Anak, Pekerja Serabutan Ditangkap Polisi

BARANG BUKTI. Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin menunjukkan barang bukti dugaan kasus pencabulan yang dilakukan AT kepada anak di bawah umur, di sela gelar perkara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
BARANG BUKTI. Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin menunjukkan barang bukti dugaan kasus pencabulan yang dilakukan AT kepada anak di bawah umur, di sela gelar perkara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMPolres Magelang Kota menangkap dan menahan seorang pekerja serabutan berinisial AT alias Kombot (21). Laki-laki asal Bandongan, Kabupaten Magelang tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

”Hasil penyelidikan kami, tersangka melakukan aksi tidak senonoh itu sebanyak dua kali, di dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin, saat gelar perkara di Mako Polres setempat, Kamis (12/8).

Dia menjelaskan, tersangka melakukan tipu muslihat kepada korban agar bersedia berhubungan badan. Korban yang masih berusia 13 tahun itu pun tergiur dan menyanggupi ajakan tersangka.

Latar belakang kasus tersebut, pelaku AT dan korban bertemu saat Lebaran lalu. Korban saat itu diajak keluarga untuk silaturahmi ke desa pelaku. Setelah saling kenal, AT berinisiatif untuk menghubungi korban lewat pesan media sosial Facebook.

”Pelaku menghubungi korban lewat pesan inbox messenger Facebook. Tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan atau bermain bersama,” jelasnya.

Korban yang menyanggupi ajakan jalan-jalan itu akhirnya bersedia dijemput rekan dekat AT. Mereka bertiga bertemu di sebuah tempat tongkrongan sembari bermain gitar.

”Tersangka mengajak korban ke sebuah rumah kosong. Lalu, membujuk dan merayu korban melakukan hubungan badan dengan janji jika terjadi apa-apa dengan korban, tersangka akan bertanggungjawab,” jelasnya.

Tersangka, kata Asep, melakukan perbuatan tak senonoh itu sebanyak dua kali. TKP pertama di sebuah rumah kosong pada akhir Juni 2021 lalu.

”Kemudian TKP kedua selang dua hari kemudian atau tanggal 26 Juni 2021, tengah malam, tersangka mencabuli korbannya di sebuah gubuk di tengah sawah di kawasan Desa Tonoboyo, Bandongan, Magelang,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 81 Ayat 2 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan PP No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 3 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun pidana dan denda Rp15 miliar.

Artikel Menarik Lainnya :  Mantan Relawan COVID-19 Buka Bisnis Sertifikat Vaksin Palsu

Asep mengimbau para orangtua untuk lebih ketat lagi mengawasi anak-anak. Jangan terlalu memberikan keleluasaan anak-anak menggunakan gawai, karena risikonya sangat besar.

”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih awas lagi terutama terhadap anak-anak di bawah umur yang memegang gadget. Belajar dari kasus ini, mereka berkenalan lewat chatting Facebook,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka AT mengakui telah berhubungan badan sebanyak dua kali dengan korban. Padahal, AT sendiri sudah resmi menikah sejak 8 bulan lalu.

”Saya sudah berkeluarga, menikah 8 bulan. Saya khilaf dan menyesal,” katanya. (wid)