Dibuka Sejak Juni 2022, Lomba Desain Pecinan hingga Kini Belum Ada Pendaftar

LOMBA DESAIN. Pemkot Magelang membuka sayembara desain pedesterian Pecinan, Jalan Pemuda, sebagai ajang akomodasi ide atau gagasan warga kepada pemerintah. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
LOMBA DESAIN. Pemkot Magelang membuka sayembara desain pedesterian Pecinan, Jalan Pemuda, sebagai ajang akomodasi ide atau gagasan warga kepada pemerintah. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKPRES.COM – Lomba desain penataan kawasan jalur pejalan kaki di Pecinan, Jalan Pemuda, Kota Magelang masih sepi peminat. Lomba yang dibuka sejak Juni 2022 lalu itu, hingga kini belum ada satupun pendaftar.

“Untuk sementara belum ada pendaftar yang sekaligus memasukkan hasil karyanya. Tapi kalau sekadar tanya-tanya maupun konsultasi sudah lebih dari 10 tim,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang, Muhammad Syafrudin Kurniawan, Rabu (24/8).

Ia menilai jika saat ini masih terlalu prematur menganggap lomba tersebut sepi peminat. Pasalnya, waktu pendaftaran juga masih panjang. Pengiriman karya masih dibuka sampai 23 September 2022.

“Masih ada waktu sebulan lagi. Kami optimistis pendaftar akan mulai ramai yang masuk pada hari-hari terakhir jelang pendaftaran ditutup,” jelasnya.

Pria yang karib disapa Wawan itu menuturkan, Lomba Desain Jalur Pejalan Kaki Kawasan Pecinan ini digagas dalam rangka mengakomodasi masukan dari masyarakat terkait rencana penataan kawasan jalur pejalan kaki di jantung kota itu.

“Kami sediakan hadiah yang cukup besar, yakni total Rp25 juta. Bagi seluruh peserta kita sediakan juga e-sertifikat,” jelasnya.

Ia mengatakan, alasan digelar lomba untuk umum itu karena Pecinan atau koridor Jalan Pemuda merupakan bagian dari kawasan strategis Alun-alun. Pada masanya, kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas perekonomian sekaligus daya tarik bagi jantung Kota Magelang.

“Kami ingin mengenalkan lagi dan mendekatkan lagi Pecinan dan masyarakat. Salah satu usahanya adalah menggelar lomba desain yang baru pertama digelar,” katanya.

Dirinya berharap, kontribusi warga menyumbangkan ide dan gagasan akan mampu membangkitkan kembali kawasan Pecinan di masa depan. Termasuk kata dia, mendukung visi Kota Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia.

“Hasil dari lomba nanti sebagai masukan atau review untuk RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) kawasan Alun-alun dan sekitarnya. Lalu sebagai masukan bagi Pemkot jika bermaksud menata kawasan Pecinan dan sekitarnya,” ungkap dia.

Wawan menambahkan, lomba dibagi dalam dua kategori, yakni pelajar atau mahasiswa dan masyarakat umum. Peserta bisa individu atau tim (maksimal 3 orang). Selain itu, peserta juga diperbolehkan mengirim lebih dari satu karya.

Tema yang diangkat yaitu “Koridor Pecinan yang Aman dan Nyaman sebagai Wajah Kota Magelang yang Maju, Sehat, dan Bahagia”.

“Setelah melalui serangkaian tahapan, nanti pemenang akan kami umumkan ke publik,” pungkasnya. (wid)