Diamuk Si Jago Merah, Rumah Milik Lansia di Dieng Jadi Abu

EVAKUASI. Masyarakat di Dieng Wetan saat melakukan evakuasi pada rumah yang sudah dalam kondisi terbakar hebat.
EVAKUASI. Masyarakat di Dieng Wetan saat melakukan evakuasi pada rumah yang sudah dalam kondisi terbakar hebat.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kebakaran hebat menimpa rumah ibu Kamto (60), warga Desa Dieng wetan, Kecamatan Kejajar, kemarin (19/9). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu orang alami luka. Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah

Kejadian nahas menimpa keluarga Desa Dieng, Kecamatan Kejajar tersebut. Pasalnya rumah yang biasa digunakan untuk berteduh sehari-hari terbakar hebat pada Minggu pukul 10.00 pagi. Diduga kebakaran terjadi karena arus pendek listrik. Sehingga menyebabkan konsleting pada spedometer rumah tersebut.

“Ada saksi yang melihat jika sebelum terbakar itu spedometer rumah Ny Kamto meledak terlebih dahulu,” ungkap  Kalak BPBD Wonosobo, Bambang Trie

Menurutnya, setelah spedometer itu meledak api langsung membesar dan merambat kebagian depan sampai ke dapur milik korban. Tak menunggu waktu lama. Api yang sudah merembet ke seluruh bagian rumah langsung mulai membakar balok kayu yang ada di bagian atap. Seketika warga yang menyaksikan kejadian itu langsung meminta pertolongan kepada warga lain.

“Pertama mereka mengevakuasi Ny Kamto yang mengalami sakit stroke dari dalam kamar. Kemudian Anak pertama korban, Suwi yang mengalami gangguan mental untuk diselamatkan terlebih dahulu,” terangnya.

Api terus membesar, warga yang datang mencoba memadamkan dengan peralatan sederhana. Menggunakan Genset yang biasa untuk menyiram sayuran dan ember milik warga. Namun api tak juga berhasil padam.

Saat yang bersamaan, anak kedua korban yang bernama Sulis tengah berada di ladang untuk menyirami sayuran kentang. Saat dikabari jika rumahnya terbakar langsung bergegas pulang.

“Tanpa menanyakan soal orang tuanya dan kakaknya, Sulis langsung masuk kedalam rumah dan menerobos kobaran api yang terus membesar itu. Mencoba ingin menyelamatkan keduanya,” katanya

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Wonosobo Jajaki Digital Government

Dia baru menyadari setelah ada seseorang yang memberitahu bahwa keluarganya sudah diselamatkan,  sulis keluar dengan badan sudah penuh dengan asap pekat dan berjalan dengan terhuyung-huyung. Ditubuhnya juga didapati luka bakar akibat memaksakan diri untuk masuk saat api masih berkobar.

“Jadi saat keluar rumah, ada luka di bagian kedua lengan tangan dan bagian punggung belakang. Kemungkinan terkena reruntuhan api dari atap rumah,” ujarnya.

Api berhasil dipadamkan oleh warga dan relawan serta damkar BPBD satu jam setelahnya. Sedangkan untuk keluarga korban dievakuasi ke rumah milik saudara terdekat, sembari menunggu proses pemulihan dan perbaikan rumah yang terbakar. (gus)