Diamuk Si Jago Merah, 5 Ruko dan 2 ATM Gosong

GOSONG. Kebakaran hebat terjadi di kawasan rumah toko (ruko) depan Kantor Desa Sukoharjo, kemarin. Sebanyak 5 unit ruko dan 2 ATM menjadi gosong.
GOSONG. Kebakaran hebat terjadi di kawasan rumah toko (ruko) depan Kantor Desa Sukoharjo, kemarin. Sebanyak 5 unit ruko dan 2 ATM menjadi gosong.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kebakaran hebat terjadi di kawasan rumah toko (ruko) depan Kantor Desa Sukoharjo, kemarin. Sebanyak lima unit ruko dan dua ATM menjadi gosong. Tidak ada korban jiwa  dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kebakaran terjadi pada pukul 06.45 WIB, terlihat asap terlihat asap mengepul dari deretan ruko yang terbakar,” ungkap Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Bambang Trie, kemarin.

Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh salah satu Perangkat Desa Sukoharjo yang melintas di depan  ruko yang terbakar, dan melihat asap hitam pekat  keluar dari lubang ventilasi ruko yang berjejer tersebut. Kemudian dirinya melaporkan situasi itu kepada warga setempat serta pihak kepolisian.

“Berdasarkan keterangan saksi, yang juga Perangkat Desa Sukoharjo, pada saat tengah melintas di depan deretan ruko melihat asap mengepul pada sekitar pukul 06.45 WIB, kemudian dilanjutkan melaporkan ke Damkar Wonosobo,” katanya.

Ruko yang terbakar belakangan diketahui sebagai ruko kosong milik Edi Supeno dari Desa Banjarsari Sukoharjo, Ruko Sembako milik Samain Dwi R dari Dusun Garung Sukoharjo, Ruko salon milik Bu Gito dari Sampih Sukoharjo, serta dua Bank, yaitu ATM Bank Jateng dan Bank Wonosobo.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Sementara asumsi atau estimasi kerugian sampai saat ini belum dapat ditaksir nilainya, namun kemungkinan berada di kisaran ratusan juta rupiah,” bebernya.

Api dapat dikendalikan dalam waktu relatif singkat kurang dari 30 menit, setelah BPBD menurunkan dua Damkar, 12 personel BPBD, 2 unit tangki pemasok air, serta dibantu relawan dan warga.

“Pemadaman berjalan cukup singkat, sehingga meminimalkan potensi kerugian,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian kebakaran di Sukoharjo, Bambang kembali mengimbau warga masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada terhadap potensi-potensi bencana. Dengan kesigapan warga serta kecepatan penanganan kebencanaan, kedepan kejadian serupa akan dapat ditekan dan diminimalisir potensi kerugiannya.

Artikel Menarik Lainnya :  Lahir dari Keprihatinan Siswa Biasa Plagiat, Sapu Lidi Masuk Top 33 KIPP Provinsi Jateng

“Akhir-akhir ini di tengah pergantian musim saya tak henti-henti berpesan untuk masyarakat agar mengantisipasi adanya hal-hal di sekeliling yang kemungkinan dapat memicu terjadinya bencana,” pungkasnya. (gus)