Di Tengah Pandemi, Pedagang Pasar Legi Temanggung Gelar Punggahan

Pedagang Pasar Legi Temanggung Gelar Punggahan
TUMPENG. Sejumlah pedagang di Pasar Legi Parakan membawa tumpeng lengkap dengan isinya memutari pasar, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Puluhan pedagang di Pasar Legi Parakan menggelar tradisi Punggahan. Tradisi turun-temurun di lingkungan pasar terbesar di Kabupaten Temanggung ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Ikhsan Hamdani Kepala UPT Pasar Legi Parakan menuturkan, tradisi yang dilakukan oleh para pedagang pasar ini sudah dilakukan setiap menjelang bulan Ramadan.

Untuk saat ini katanya, tradisi Punggahan dilakukan dengan wajib menaati protokol kesehatan, sehingga pedagang yang mengikuti prosesi tradisi ini dibatasi hanya perwakilan dari tiap los dan kios saja.

“Alhamdulillah tahun ini bisa menggelar tradisi kembali, tahun kemarin sama sekali tidak digelar. Dengan catatan pedagang yang mengikuti tradisi ini wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Ikhsan, kemarin.

Dari pantauan koran ini, sebelum menuju ke aula pasar, tempat di mana akan dilaksanakannya tradisi punggahan ini. Tumpeng bersama ingkung ayam jantan serta jajan pasar lainnya diarak keliling pasar. Kirab ini merupakan wujud syukur dan permohonan keselamatan serta kelancaran rezeki bagi seluruh warga pasar.

Baca Juga
Temanggung Nominator Penerima ASEAN ESC Award

Setelah itu, para pedagang kemudian melakukan doa bersama dengan dilanjutkan makan bersama di masing-masing kelompok guna menghindarkan kerumunan dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Ini sebagai salah satu bentuk syukur para pedagang, selama ini meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun pedagang sudah bisa kembali beraktivitas dengan menaati prokes,” tuturnya.

Ia berharap, dengan digelarnya kembali tradisi, kedepan terutama saat menjelang Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, pedagang diberi keselamatan. Selain itu juga proses jual beli di pasar berjalan lancar dan aman, pasar kembali ramai dan pedagang mendapat keuntungan.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

“Pedagang di Pasar Legi ini sangat rukun dan kompak, tradisi ini merupakan salah satu bentuk dari kebersamaan dan kerukunan dari warga pasar,”ujarnya.

Lebih lanjut Ikhsan a menjelaskan, dalam tradisi ini digelar doa bersama yang intinya agar pedagang dan pengunjung pasar bisa semakin aman dan nyaman dalam bertransaksi.

“Maksudnya jelas ini adalah doa bersama, intinya kita memanjatkan doa permohonan tuhan bagaimana pasar Parakan, khusunya Pasar Legi ramai, banyak pembeli, pedagangan rukun.. Jika pedagangnya rukun akan aman dan menjalankan kegiatan dengan baik,” katanya.

Sementara Nur Hidayati, salah satu pedagang menuturkan, tradisi Punggahan ini menjadi salah satu tradisi yang sebenarnya harus dilakukan setiap tahun menjelang bulan Ramadan. Namun pada menjelang Ramadan tahun lalu tradisi ini memang terpaksa tidak dilakukan.

“Tahun ini sudah kembali digelar, kami sangat senang meskipun hanya terbatas,” tuturnya.

Ia berharap, kedepan kondisi semakin membaik, sehingga perekonomian di pasar bisa semakin ramai. (set)