Di Tengah Pandemi, 364 Taruna Akmil Praktik Latihan Menembak

MENEMBAK. Ratusan taruna Akademi Militer menjalani latihan menembak di tengah pandemi corona, di Lapangan  Tembak Plempungan, Salaman, Kabupaten Magelang, 
MENEMBAK. Ratusan taruna Akademi Militer menjalani latihan menembak di tengah pandemi corona, di Lapangan  Tembak Plempungan, Salaman, Kabupaten Magelang, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Sebanyak 364 taruna tingkat I/Koptar Akademi Militer (Akmil) Magelang mengikuti praktik latihan menembak senjata ringan, Selasa (2/6). Latihan yang dipusatkan di Lapangan Tembak Plempungan, Salaman, Kabupaten Magelang itu dipandu oleh Departemen Militer Dasar (Depmildas).

Komandan Latihan Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning, mengatakan, di institusi militer kemampuan menembak merupakan salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu pasukan dalam melaksanakan tugas di medan pertempuran.

Menurutnya, tujuan dari latihan adalah agar taruna Tk.I/Koptar TP 2019/2020  dapat menembak tepat. Adapun yang diprioritaskan adalah senapan sikap tiarap jarak 100 M dengan baik dan benar.

”Sementara, sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan latihan ini adalah taruna dapat menembak penilaian senapan sikap tiarap jarak 100 meter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi latihan menembak tepat penilaian jarak 100 meter dengan sikap tiarap. Dia berharap, para taruna dan peserta latihan ini selalu memperhatikan pegangan teguh senjata, nafas, bidik, tekan picu (Nabitepi).

”Selain itu juga harus sabar, fokus, semangat, dan yang paling penting perhatikan faktor keamanan,” tandasnya.

Menurutnya, latihan menembak akan selalu digelar dan terus menerus. Hal ini untuk menghasilkan kemampuan menembak prajurit TNI yang mumpuni.

”Sampai dengan standard tertentu yang kita harapkan, maka latihan akan terus digelar. Kemampuan menembak juga menjadi dasar bagi seluruh taruna di Akademi Militer,” tandasnya.

Ia menuturkan, taruna Akademi Militer yang dilatih menembak ini diharapkan memiliki kemampuan profesional individu. Termasuk menggunakan perangkat kendali pembinaan dengan senjata.

”Dengan latihan ini diharapkan prajurit mudah untuk diarahkan, sehingga tujuan pembinaan bakal tercapai,” pungkasnya. (wid)