Di Tengah Harga Minyak Goreng Melambung, Gas Nonsubsidi di Temanggung Naik Harga

CEK. Salah satu pekerja sedang mengecek tabung gas non subsidi.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CEK. Salah satu pekerja sedang mengecek tabung gas non subsidi.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Di tengah kelangkaan minyak goreng hingga harganya yang masih mahal, gas tabung non subsidi juga mengalami kenaikan harga.

Suryanto salah satu pedagang gad tabung non subsidi di Temanggung menuturkan, dalam beberapa bulan terkahir ini harga gas tabung nonsubsidi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Untuk gas tabung ukuran 5,5 kilogram saat ini dijual dengan harga Rp85.000 per tabung, harga ini naik Rp10,000 dari sebelumnya Rp75.000.

“Awalnya naik dari Rp70.000 menjadi Rp75.000, kemudian saat ini naik lagi menjadi Rp85.000 per tabung,” terangnya, Rabu (9/3).

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga gas non subsidi ini. Bahkan untuk gas ukuran 12,5 kilogram juga sudah mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp180.000 kini menjadi Rp205.000 per tabung.

Ia mengaku khawatir dengan kenaikan harga ini. Masyarakat yang sebelumnya sudah nyaman menggunakan gas non subsidi akan kembali menggunakan gas bersubsidi.

“Jika harganya naik seperti ini terus tidak menutup kemungkinan akan kembali menggunakan gas subsidi,” ucapnya.

Ia menuturkan, dalam sebulan ini biasanya dari sebanyak 30 tabung gas non subsidi yang dijualnya bisa laku habis, saat ini masih ada sisa.

“Apalagi yang ukuran 12,5 kilogram, sangat lambat sekali,” ujarnya.

Karyani salah satu konsumen gas non subsidi menuturkan, sebagai pelaku UMKM, dirinya sudah berusaha memenuhi dan menjalani peraturan pemerintah untuk menggunakan tabung gas 5,5 kilogram atau gas non subsidi.

Namun lanjutnya, jika harga terus mengalami kenaikan, maka akan berimbas pada biaya produksi sehingga akan berpengaruh pada harga jual barang hasil produksinya.

“Belum harga minyak juga mahal, pedagang seperti saya ini hanya bingung saja bagaimana bisa tetap bertahan di tengah kenaikan harga-harga seperti saat ini,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa memikirkan nasib masyarakatnya, yang saat ini masih dalam masa pemulihan ekonomi aakibat dari pandemi Covid-19.

“Perekonomian masyarakat baru saja akan mengalami kenaikan, kalau sekarang dihadang dengan tingginya harga-harga kebutuhan pokok, bisa jadi perekonomian akan kembali lemah. Harusnya pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” harapnya. (set)