Di Kota Magelang, Eks Penghuni Rusunawa Dapat Rumah Hanya Bayar Angsuran Rp350 Ribu Tiap Bulan

Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkot Magelang sukses mendirikan 21 unit rumah
TINJAU. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz meninjau pembangunan 21 unit rumah sehat layak huni di Kampung Tulung, Magelang, Magelang Tengah, Jumat (14/1). (wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM–Kolaborasi Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkot Magelang sukses mendirikan 21 unit rumah sehat layak huni di Kampung Tulung, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah. Seluruh calon penghuni rumah baru tersebut merupakan alumni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Potrobangsan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkesempatan mengunjungi proyek pembangunan perumahan berbasis komunitas itu, Jumat (14/1). Perumahan ini merupakan dorongan atau stimulan dari Pemprov Jawa Tengah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah.

“Ini contoh kita memberikan pelayanan perumahan layak huni kepada masyarakat. Saya lihat mereka yang mengikuti program ini senang, karena merasa ayem sudah memiliki rumah sendiri,” katanya.

Turut mendampingi Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz dan Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Arief Djatmiko juga sejumlah kepala OPD Pemkot Magelang.

Untuk diketahui, Kota Magelang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang menjadi sasaran proyek Perumahan Berbasis Komunitas ini. Program ini merupakan inovasi penyelenggaraan perumahan dan permukiman kolaboratif dan sistematis melalui inovasi program pembangunan baru rumah layak huni melalui bantuan sosial.

Ke-21 unit rumah itu bertipe 36. Pembangunan fisik rumah berasal dari anggaran Pemprov Jawa Tengah, sedangkan Pemkot Magelang menyediakan lahannya.

Seluruh rumah itu kini resmi menjadi hak milik warga. Penghuni rumah sehat tersebut merupakan eks penguhuni Rusunawa Potrobangsan yang sudah hampir 6 tahun menyewa di sana.

“Saya berterima kasih kepada TNI, karena yang mengerjakan rumah ini anggota TNI. Rata-rata pemilik rumahnya ini memiliki usaha mandiri, dan mereka senang karena rumahnya lebih luas dibanding rusunawa dan yang jelas menjadi hak milik,” kata Ganjar.

Artikel Menarik Lainnya :  Simak 6 Fakta Menarik Kecelakaan Maut di Balikpapan

Ia pun berkomitmen akan terus menggulirkan program bernama “Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng Tuku Lemah Oleh Omah” ini. Tujuannya mengejar target agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kalau sudah punya rumah sendiri kan ayem,” tandasnya.

Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengaku, program ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan rumah layak huni warganya.

“Tentu kita sangat terbantu dengan program ini agar rakyat ini makin sejahtera. Saya lihat konstrusiknya bagus dan mendukung kesehatan juga. Ada dua kamar, satu ruang tamu, dan kamar mandi,” tuturnya.

Sementara itu, Yayan Haryana, salah satu pemilik rumah mengaku senang bisa mengikuti program bantuan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Magelang. Ia yang sehari-hari berjualan keliling ini pun merasa sudah nyaman dan tenang, karena kini telah memiliki rumah sendiri.

Untuk mendapatkan rumah milik sendiri ini, Yayan mengaku mengangsur di bank sebesar Rp350.000 per bulan dengan jangka waktu 15 tahun.

“Angsuran sebesar itu saya kira adalah yang termurah dibanding kredit rumah di manapun,” pungkasnya. (wid)