Desa di Purworejo Ini Tengah Fokus Kembangkan Project Agrowisata Petik Jambu Kristal Tanwiedjie

PETIK. Petani saat mengantar tamu memetik jambu kristal tanwiedjie di agrowisata Munggangsari.(Foto lukman)
PETIK. Petani saat mengantar tamu memetik jambu kristal tanwiedjie di agrowisata Munggangsari.(Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Berada di Jalan Daendels yang membentang panjang di pesisir selatan Purworejo, Pemerintah Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo terus mengembangkan potensi Jambu Kristal sebagai komoditi unggulan untuk memperkuat ekonomi warga desa setempat. Bahkan, project agrowisata petik jambu kristal mulai berjalan dan banyak diminati wisatawan.

Kepala Desa Munggangsari Pujiyanto saat berbincang dengan Purworejo Ekspres, Senin (3/1) mengungkapkan, untuk pengembangan agrowisata petik jambu kristal, pihaknya telah melakukan berbagai cara, termasuk dengan kehebatan media sosial. Promosi dilakukan baik melalui platform, Instagram, Facebook, dan Youtube.

Semua menginformasikan bahwa di Munggangsari ada produk unggulan bernama jambu kristal. Pemdes Munggangsari juga terus berinovasi dengan memberi ciri khas tersendiri Jambu Kristal lokalnya, dengan memberi nama brand Tanwiedjie dari asal kata (tanpo wiji bahasa Jawa yang berarti jambu kristal tanpa biji,red).

Itu sebuah upaya untuk melindungi semangat warga dengan dampak positif bagi mereka. Pemerintah desa juga fokus mengembangkannya melalui empat unit usaha di dibawah naungan BUMDes. Dua di antaranya bahkan fokus untuk pengembangan Jambu Kristal. Agrowisata petik jambu kristal sudah dibuka. Dia berharap dengan unit-unit usaha itu jelas mensupport petani jambu kristal di Munggangsari khususnya.”Muaranya kemampuan ekonomi menjadi lebih baik dan masyarakat bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Munggangsari juga terus berinovasi, terobosan terbaru yakni coba mengembangkan Jambu Kristal berdaging merah. Sebab rata-rata jambu kristal yang banyak beredar di pasar yakni jambu kristal berdaging putih. “Kami ini ada varian lain, termasuk produk turunanya terus kami eksplorasi, ada grubi, rujak dan keripik yang masih kami sempurnakan baik dari segi produksi dan pengemasannya,” ucapnya.

Pujiyanto mengimbau, siapa saja yang melintasi jalur Daendels yang lebih dikenal dengan JJLS, untuk mampir di Munggangsari. “Kami ada basecamp Rest Area Munggangsari, lokasi yang sangat representatif untuk rehat,” jelasnya. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Kisruh Desa Kedungpoh Dimediasi Polres Purworejo. Terungkap Tidak Ada Unsur Pidana dalam Dugaan Korupsi DD