Dengar Kabar Akan Diterapkannya PPKM Level 3, Sejumlah Tamu Batalkan Pesanan Hotel

Dengar Kabar Akan Diterapkannya PPKM Level 3, Sejumlah Tamu Batalkan Pesanan Hotel

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Para pengusaha hotel dan restoran di Magelang akan terdampak terkait rencana pemerintah menerapkan PPKM level 3 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Di antara dampaknya beberapa ada yang membatalkan booking hotel.

“Ada beberapa yang sudah booking kamar hotel jauh-jauh hari itu cancel karena akhir tahun ada rencana PPKM Level 3 itu,” kata Ketua Harian BPC Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang,  Syarifudin, kemarin.

Dikarenakan saat ini banyak wisatawan sistemnya banyak yang sudah berubah jika hendak menginap. Mereka jarang booking jauh hari, namun last minute atau langsung datang.

“Permasalahannya sekarang adanya informasi peneraman PPKM level 3 tersebut, otomatis yang mau datang juga sedikit. Dan otomatis tidak ada tamu dadakan juga,” ungkap Syarifudin.

Dalam era new normal baru ini, khususnya dengan segala hal yang kadang berubah ditambah akses jalan tol, banyak wisatawan domestik yang datang.

“Jadi sementara tamu luar negeri yang sering kami andalkan untuk setiap harinya kini bergeser ke tamu domestik dulu. Otomatis banyak yang berbeda, terkait service dan biaya. Kalau domestik itu biasanya keluarga rombongan gitu, dan jujur yang menghidupi keseharian kami para pengusaha penginapan adalah tamu luar negeri,” papar Syarifudin.

Syarifudin menegaskan terkait protokol kesehatan atau CHSE di hotel dan restoran di wilayahnya sudah sangat terbiasa.

“Kita aja keluar tidak pakai masker kadang bingung. Jadi protokol kesehatan semua sudah siap, bimtek SDM bagi karyawan juga sudah. Jadi sebenarnya kami soal sisi CHSE siap semua,” jelasnya.

Syarifudin mengaku, sebenarnya liburan akhir tahun merupakan puncak bagi usaha mereka maupun wisatawan untuk bangkit kembali dari keterpurukan selama pandemi ini.

Artikel Menarik Lainnya :  Polisi Ungkap Identitas Orang Meninggal di Garasi Bakpia Kencana. Korban Ternyata Memiliki Riwayat Asma

“Dan perlu diketahui selama dua bulan terakhir ini usaha kami sudah mulai merangkak lagi, bisa jadi harapan hidup setelah dua tahun terpuruk,” tuturnya.

Namun jika akhir tahun pemerintah menerapkan hal tersebut, menurut Syarifudin sangat disayangkan. Karena pihaknya mengaku tidak ada persiapan , karena memang tidak berharap seperti itu.

“Sebenarnya waktu besok itu puncak-puncaknya bagi kami. Tetapi kalau itu keputusan Pemerintah kita bisa apa? Meski kita sudah siap berikan service terbaik bagi tamu domestik, karena dari luar negeri memang belum ada,” tandasnya.

Dirinya juga mengaku tidak takut, dan khawatir dengan prediksi akhir tahun kedepan. Ia berharap di waktu libur akhir tahun mendatang tetap normal.

“Hanya khawatir kondisi akhir tahun besok sama dengan akhir tahun sebelumnya. Kita drop, bisa dikatakan semaput dan hendak bangkit itu butuh waktu panjang lagi. Kami harap tetap normal, soal pandemi kami sudah siapkan protokol kesehatan atau CHSE yang ketat di usaha kami,” harap Syarifudin.(cha)