Datangi Bank Sampah, Tim Juri Langsung Memberikan Penilaian

VISITASI. Tim Juri dari DLH Kota Magelang menggelar kunjungan ke sejumlah bank sampah dan kampung organik untuk melakukan penilaian lomba bank sampah tingkat kota, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
VISITASI. Tim Juri dari DLH Kota Magelang menggelar kunjungan ke sejumlah bank sampah dan kampung organik untuk melakukan penilaian lomba bank sampah tingkat kota, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

Lomba Bank Sampah Kota Magelang tahun 2021

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mulai menggelar visitasi lomba bank sampah tahun 2021. Untuk tetap menjaga protokol kesehatan, tim penilai pun melarang peserta lomba memberikan sambutan yang dapat memicu kerumunan.

Tim Juri Lomba Bank Sampah, Ninuk mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi para peserta lomba untuk memberikan penilaian. Beberapa kriteria yang dinilai meliputi jumlah nasabah aktif, kebersihan lingkungan, keaktifan pengurus, dan pelaporan.

“Kami sengaja terjun ke lokasi setiap peserta, tentunya dengan protokol kesehatan ketat. Sekaligus dilakukan wawancara dan pengamatan langsung dalam waktu singkat,” kata Ninuk, Jumat (17/9).

Ia juga menjelaskan bahwa para peserta dilarang memberikan sambutan berlebihan yang dapat memicu kerumunan. Sebab saat ini masih dalam situasi pandemi.

“Kalau ada yang menyambut kedatangan juri dengan kumpul-kumpul, apalagi menggelar sambutan berlebihan, pentas-pentas langsung kami diskualifikasi. Karena kami ingin penilaian itu berdasarkan objektivitas secara kontinyu, bukan tentatif saat tim penilai datang saja,” ujarnya.

Lomba bank sampah tahun 2021 diikuti setidaknya 124 peserta. Selain jumlah hadiah yang dinaikkan, DLH juga menambah kategorinya.

“Ada 7 kategori yang dilombakan. Meliputi Lomba Kampung Organik Tingkat Lanjut, Kampung Organik Tingkat Pemula, Lomba Bank Sampah Tingkat Lanjut, Bank Sampah Tingkat Pemula, Bank Sampah Perangkat Daerah, Bank Sampah Tingkat Sekolah, dan Lomba Daur Ulang,” imbuh Kasi Pengelolaan Sampah, Bidang Pengelolaan dan Penanganan Persampahan, DLH Kota Magelang, Budi Waluyo.

Sedangkan kategori bank sampah dibagi berdasarkan peserta yaitu masyarakat umum, perangkat daerah atau instansi, dan sekolah-sekolah.

“Total hadiah lomba tahun ini mencapai Rp161 juta. Jika sebelumnya, hanya juara yang mendapatkan hadiah, kali ini juara harapan satu dan dua, juga disediakan hadiah,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Marjinugroho Bangkitkan Semangat Para Pelaku UMKM saat Reses di Kelurahan Cacaban

Ia menjelaskan, nanti akan ada 35 juara yang berhak mendapatkan hadiah. Menurutnya, besaran hadiah ini diharapkan mampu memotivasi pegiat bank sampah dan kampung organik untuk lebih semangat lagi.

“Lomba ini sebenarnya hanya motivasi. Harapan kami, sampah bisa direduksi. Karena bank sampah dan kampung organik selalu menjadi strategi terbaik, untuk mengurangi produksi sampah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa produksi sampah di Kota Magelang sekitar 80 ton per hari. Sementara keberadaan bank sampah dan kampung organik baru bisa mengurangi sebanyak 5 persen dari total produksi sampah.

“Walaupun kecil namun dengan pengelolaan yang benar, saya yakin ke depan produksi sampah bisa terus dikurangi,” katanya. (wid)