Dampak Sosial Covid-19 Perlu Diantisipasi, DPRD Purworejo Serahkan Tali Asih dan APD

SERAHKAN. Ketua DPRD, Dion Agasi Setiabudi didampingi sejumlah anggota DPRD saat menyerahkan tali asih dan APD kepada Camat Bener di posko penanganan covid-19 di Kecamatan Bener.
SERAHKAN. Ketua DPRD, Dion Agasi Setiabudi didampingi sejumlah anggota DPRD saat menyerahkan tali asih dan APD kepada Camat Bener di posko penanganan covid-19 di Kecamatan Bener.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi mengingatkan potensi dampak sosial di tengah masyarakat yang ditimbulkan akibat adanya virus corona atau covid-19. Ia meminta agar masyarakat dapat lebih dewasa menyikapi dampak sosial yang dapat menimbulkan konflik di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga PDP yang meninggal dunia warga Dusun Tirip Desa Rendeng Kecamatan Gebang, Selasa (7/4). Kunjungan kerjanya di Desa Rendeng tersebut merupakan salah satu lokasi dari sejumlah tempat yang dikunjungi sekaligus pemberian tali asih hasil patungan anggota DPRD yang secara serentak diberikan oleh perwakilan anggota DPRD.

“Anggota DPRD Kabupaten Purworejo berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membantu posko-posko penanganan covid-19 serta keluarga PDP yang meninggal dunia. Salah satunya kami berikan kepada ahli waris Didik Setiawan, pasien PDP covid-19 warga Desa Rendeng yang beberapa waktu lalu meninggal dunia,” kata Dion.

Dion mengungkapkan, dampak sosial yang ditimbulkan akibat adanya pasien PDP yang meninggal tersebut sangatlah besar. Pasalnya, ia juga mendengar pasca kejadian tersebut warga Desa Rendeng merasa di acuhkan oleh warga-warga lainnya.

Baca Juga
Harga-Harga Melambung, Desa Kesulitan Realokasi Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

“Ini adalah contoh bahwa betapa kasus covid-19 ini memiliki bahaya tidak hanya dari sisi kesehatan, ekonomi namun dampak sosialnya juga besar. Hal inilah yang harus diantisipasi bersama dengan edukasi dan kedewasaan dalam menyikapinya,” imbuhnya.

Dion menambahkan, saat ini di Purworejo telah ada salah satu warga yang dinyatakan positif terinveksi covid-19. Mestinya hal tersebut menjadi kesadaran bagi pemerintah maupun masyarakat agar lebih waspada. Meski demikian, Dion berharap agar adanya warga positif tersebut tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

“Waspada harus. Namun jangan sampai kewaspadaan tersebut mengganggu nilai-nilai sosial yang sudah tertanam dengan baik sejak lama. Jika ada keluarga yang terjangkit, jangan kemudian dikucilkan atau dijauhi. Bahkan warga daerah tersebut seringkali diacuhkan oleh warga lain. Ini jangan sampai terjadi,” tandasnya.

Yang harus dilakukan, menurut Dion adalah menumbuhkan kembali semangat kegotong royongan masyarakat dalam menghadapi permasalahan ini. “Kami DPRD berusaha memberikan contoh dengan datang ke lokasi-lokasi yang tumbuh konflik sosial karena adanya kasus covid-19 sekaligus bergotong royong seluruh fraksi yang ada untuk memberikan tali asih kepada keluarga PDP serta posko-posko penanganan covid di beberapa lokasi yang ada di Purworejo,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Rendeng, Sugirto mengakui jika imbas konflik sosial akibat virus covid-19 nyata dirasakan. Tidak hanya oleh keluarga, bahkan seluruh warga desanya juga merasakan hal yang sama. “Akibat kejadian tersebut kami merasa terkucilkan dan dicurigai. Alhamdulillah hasil tes swapnya sudah keluar dan dinyatakan positif sehingga tidak menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan,” katanya. (luk)