Cuaca Ekstrem, BPBD Temanggung Minta Warga di Lereng Pegunungan Selalu Cek Kondisi Rumah

BPBD Temanggung Minta Warga di Lereng Pegunungan Selalu Cek Kondisi Rumah
Petugas SAR dan BPBD tengah mengevakuasi pohon yang tumbang akibat hembusan angin kencang di wilayah Kabupaten Temanggung. (Foto: rizal ifan chanaris/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM– Kencangnya hembusan angin yang kerap datang di puncak musim penghujan seperti saat ini menjadi perhatian tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung.
Bukan tanpa sebab, pasalnya, tak sedikit korban berjatuhan akibat tertimpa pohon yang ambruk lantaran tertiup angin kencang.
“Kita sudah mulai memasuki puncak musim penghujan. Sehingga kerap kali terjadi cuaca ekstrem, salah satunya angin kencang yang datang tiba-tiba. Salah satunya puting beliung,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Toifur Hadi, Sabtu (9/4).
Pihaknya meminta, saat terjadi bencana puting beliung atau hembusan angin yang cukup kencang, masyarakat yang tengah berada di sekitar pohon-pohon besar maupun berusia tua untuk lebih waspada.
Hal ini dilakukan agar mereka tak menjadi korban apabila pohon-pohon tersebut tiba-tiba saja ambruk dan menimpa apa saja di bawahnya.
Selain itu, Toifur juga meminta kepada para warga yang tinggal di lereng-lereng gunung untuk senantiasa mengecek kondisi atap rumah dan bangunan lain yang ada. Tujuannya adalah agar material bangunan tidak mudah lepas dan terbang tertiup hembusan angin kencang yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya.
“Masyarakat kami imbau jangan dekat-dekat dengan pohon besar dan berusia tua saat angin kencang datang. Ini sebagai antisipasi jatuhnya korban tertimpa pohon tumbang. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal di lereng-lereng gunung juga saya minta selalu mengecek kondisi kekuatan bagian atap rumah maupun bangunan lain,” pintanya. (riz)