Cidera Bagian Otak, Humarodin Kesulitan Biaya Perawatan di Rumah Sakit

Cidera Bagian Otak, Humarodin Kesulitan Biaya Perawatan di Rumah Sakit
Beginilah kondisi Humarodin, warga Dusun Kalipan Barat, Desa Gondangwayang, Kecamatan Kedu, yang dirawat intensif di ruang ICU RSUD Kabupaten Temanggung akibat koma usai mengalami kecelakaan.Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRRS.COM – Nasib naas dialami Humarodin (22), warga Dusun Kalipan Barat, Desa Gondangwayang, Kecamatan Kedu. Ia kini tengah dalam perawatan intensif di ruang ICU oleh tim medis RSUD Kabupaten Temanggung akibat cedera parah di bagian otak usai mengalami kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu. Parahnya, ia bahkan sempat mengalami koma selama kurang lebih 2 hari lamanya.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula, pihak keluarga korban mengaku saat ini tengah kebingungan lantaran tak memiliki biaya cukup untuk menutup biaya perawatan dan operasi anggota keluarganya tersebut yang mencapai angka sekitar Rp 60 juta.

Menurut salah seorang kerabat, Sujito (40), petaka tersebut bermula ketika Humarodin hendak pergi bekerja. Namun belum sampai tujuan, ia mengalami kecelakaan tunggal usai sepeda motor yang ia kendarai terpeleset.

Akibatnya, ia terjatuh dan bagian kepalanya terbentur keras bahu jalan. Luka serius itu mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri dan koma selama sekitar dua hari dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

“Kejadiannya pagi hari sekitar sepekan lalu. Akibat kecelakaan tunggal ini, keponakan saya sempat koma. Meski sekarang sudah bisa membuka mata dan mulut, namu belum bisa diajak komunikasi,” jelasnya, Kamis (18/8/2022).

Sujito menambahkan, saat ini pihak keluarga tengah mengalami himpitan kondisi yang teramat berat. Selain menanti pulihnya kondisi korban, mereka harus mempersiapkan uang sebagai biaya medis yang nilainya mencapai Rp 60 juta.

Bukan tanpa sebab, pasalnya, korban yang dalam kesehariannya hanyalah pekerja harian lepas dengan penghasilan tak menentu adalah selama ini merupakan salah satu tulang punggung bagi neneknya.

“Dia selama ini tinggal bersama neneknya karena sang ibu sudah meninggal dan bapaknya menikah lagi. Neneknya yang sudah berusia 60 tahun saat ini tidak produktif bekerja lagi sehingga hanya bergantung pada korban. Jujur saja, kami sedang merasakan beban mendalam terkait bagaimana biaya Humarodin. Semoga ada pihak-pihak dermawan yang dengan sukarela membantu biaya yang harus kami tanggung,” pungkasnya. (riz)