Cekungan Berisi Air Seluas 3 Hektar di Wonosobo Jebol, Seorang Petani Asal Desa Karangsembung Tewas

JEBOL. Banjir bandang akibat jebolnya cekungan berisi ribuan kubik air di Desa Karangsambung Kalibawang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan ratusan hektar sawah dan kebun rusak(Foto agus)
JEBOL. Banjir bandang akibat jebolnya cekungan berisi ribuan kubik air di Desa Karangsambung Kalibawang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan ratusan hektar sawah dan kebun rusak(Foto agus)

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Cekungan di tengah hutan Desa Karangsambung Kalibawang membawa petaka, akibat hujan deras cekungan seluas 3 hektar tersebut terisi air dan membentuk danau dengan kedalaman 9 meter.

Tidak kuat menahan beban, danau bentukan alam tersebut jebol menimbulkan banjir bandang dan menimpa seorang petani hingga tewas.

Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono mengemukakan bahwa danau alam tersebut terbentuk lantaran pada tanggal 14 maret 2022 silam, terjadi longsor pada saluran pembuangan air di tengah hutan.

“ saluran air tertutup material longsor, sehingga air hujan berkumpul di cekungan di tengah hutan dan membentuk danau dengan kedalaman antara 3 hingga 9 meter,” katanya.

kondisi tersebut telah dianalisa oleh BPBD, karena berpotensi jebol dan menimpa satu dusun di bawahnya, sehingga pada hari sabtu akan dilakukan penyedotan air dengan melibatkan berbagai pihak.

“ jadi kita sudah berkoordinasi dengan DPUPR, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa serta relawan untuk melakukan penyedotan air karena jika jebol akan mencam dusun karangsambung,” katanya.

Namun pada hari pelaksanaan penyedotan oleh tim gabungan, ternyata air tiba tiba surut, diketahui telah jebol terlebih dahulu ke arah dusun pucung gajih desa kalikarung kalibawang. air mengalir dengan deras seperti banjir bandang, menyapu ribuan hektar sawah dan lahan palawija di dusun tersebut.

“Setelah situasi reda, ada laporan dari warga setempat pada sore hari, ditemukan satu orang meninggal dunia, atas nama Sundiyah ( 53) petani asal Dusun Pucung Gajih Desa Kalikarung,” katanya.

Korban meninggal dunia telah dievakuasi dan telah diidentifikasi oleh pihak medis dan tim inafis polres, selanjutnya dilakukan pemakaman. sedangkan kerugian materi berupa ratusan hektar sawah dan kebun yang rusak masih dalam proses pendataan.

“Kami masih melakukan penghitungan dampak materi kerusakan , selain itu kami juga menghimbau kepada warga setempat untuk berhati hati kemungkinan longsor susulan,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Wonosobo AKP Slamet Prihatin membenarkan bahwa ada satu orang korban dalam peristiwa jebolnya genangan air pada Blok Perhutani Petak 39 L Desa Karangsambung, Kalibawang.

“Banjir bandang dampak dari jebolnya genangan air tersebut mengakibatkan luapan pada Sungai Tulung yang melintasi Dusun Pucung Gajih, Desa Kalikarung, korban tersebut terseret luapan arus sungai sedang memetik palawija dengan posisi berada persis di pinggir aliran sungai tulung,” katanya

Korban pertama kali dilaporkan oleh pihak keluarga belum pulang ke rumahnya setelah berpamitan pergi ke ladang yang posisinya berada di pinggir sungai tulung dengan tujuan memanen palawija, sekitar pukul 16.45 wib.

“Setelah dilakukan pencarian diketahui korban meninggal dunia dalam posisi mengapung dan tersangkut ranting pohon di pinggir aliran sungai tulung, kemudian dievaluasi oleh warga setempat,” terangnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Wonosobo dan medis oleh Bidan Desa Kalikarung yang didampingi Polsek Sapuran dan Pos Pol Kalibawang diperoleh keterangan tidak terdapat adanya luka akibat penganiayaan/ tindak pidana , keluarga korban menganggap sebuah musibah dan ikhlas serta keberatan untuk dilakukan autopsi maka selanjutnya korban diserahkan ke Keluarga untuk dilakukan pemakaman. (gus)