Cegah Penularan PMK, DKPPP Temanggung Minta Peternak Mendisinfektan Kandang Secara Mandiri

Cegah Penularan PMK, DKPPP Temanggung Minta Peternak Mendisinfektan Kandang Secara Mandiri
Petugas tengah menyemprotkan cairan disinfektan di kandang ternak guna mencegah penyebaran PMK. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung meminta agar para peternak untuk ikut berperan aktif dan tidak hanya bergantung sepenuhnya pada pemerintah dalam upaya mencegah meluasnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, pihaknya menyarankan agar para peternak yang merasa sudah cukup mapan untuk mendisinfektan kandang masing-masing secara mandiri dengan tujuan mencegah penukaran PMK pada ternak-ternak mereka.

Hal ini semata-mata karena adanya keterbatasan waktu dan jumlah personel dari pihak dinas yang disebar untuk penanganan PMK, sedangkan jumlah kandang ternak di seluruh penjuru Kabupaten Temanggung jumlahnya mencapai ribuan.

“Saran kami kepada para peternak yang sudah mapan agar bisa ikut serta secara aktif dan mandiri melakukan pencegahan penularan dan penyebaran PMK dengan mendisinfektan kandang masing-masing. Hal ini sangat membantu dinas dengan segala keterbatasannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar para peternak untuk lebih responsif apabila menemukan indikasi ternak mereka tertular PMK. Pasalnya, pengobatan dan penanganan terhadap ternak yang terindikasi tertular PMK jauh lebih sulit dibandingkan dengan yang cepat ditangani.

“Perlu sekali menekan tingkat penularan. Para peternak harus responsif terhadap seluruh gejala yang muncul pada ternak mereka. Jangan ditutup-tutupi dan harus segera mendapat penanganan, kalau dibiarkan pengobatannya jauh lebih sulit. Secara umum perternak kita sudah memiliki respon yang baik. Mereka bisa memantau ternak-ternak mereka selama 24 jam. Beda dengan kami (tim URC penanganan PMK-red) yang paling hanya bisa mendampingi selama 1 sampai maksimal 2 jam,” tandasnya. (riz)