Cegah Penularan Keluarga, Pemkot Magelang Upayakan Isolasi Terpusat

KUNJUNGAN. Ketua Harian Satgas Covid-19 Joko Budiyono didampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin saat mengunjungi tempat isolasi terpusat di Hotel Borobudur Indah, Magelang Utara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
KUNJUNGAN. Ketua Harian Satgas Covid-19 Joko Budiyono didampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin saat mengunjungi tempat isolasi terpusat di Hotel Borobudur Indah, Magelang Utara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMPemkot Magelang terus mendorong masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah untuk segera isolasi terpusat (isoter). Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah, yakni dengan menambah segala fasilitas dan kebutuhan para pasien isoter.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, kesadaran masyarakat memilih isoter dari pada isoman semakin meningkat.”Sampai saat ini total sudah ada 64 warga terkonfirmasi positif yang melakukan isolasi terpusat. Sebanyak 57 orang di Hotel Borobudur dan 7 orang di Poltekkes Kramat Magelang Utara,” kata Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu di sela tinjauannya bersama Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin beserta jajarannya di tempat isolasi terpusat Hotel Borobudur, Rabu (11/8).

Joko mengatakan untuk membantu memfasilitasi masyarakat yang ingin berpindah ke tempat isoter, Pemkot Magelang juga menyediakan penjemputan pasien Covid-19 yang bisa dimanfaatkan secara gratis. Caranya, masyarakat yang terkonfirmasi positif tinggal menghubungi pamong wilayah, seperti ketua RT atau RW atau Lurah.

”Informasi tersebut akan diteruskan ke Satgas Covid-19 dan langsung melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurut Joko, edukasi isolasi terpusat ini menjadi satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga agar yang terkonfirmasi ini tidak menularkan ke lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekitar. Apalagi di tempat isolasi terpusat ini fasilitasnya terjamin. Seperti makan tiga kali, ekstra fooding dua kali, dan pemeriksaan kesehatan tiga kali dalam sehari.

”Selain asupan gizi, fasilitas juga memadai seperti tempat olahraga, halaman yang luas, dan juga tempat hiburan. Fasilitas ini agar pasien isoter tidak merasa dikucilkan, tetapi justru sedang berwisata yang membahagiakan,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

Joko mengungkapkan, dibandingkan isoman, kesembuhan pasien isoter bisa lebih cepat. Sebab, mereka ditangani oleh ahli kesehatan.

”Intinya lebih terjamin dan lebih cepat penyembuhannya ketimbang isoman. Kami akan edukasi dan sosialisasi terus ke masyarakat, supaya memilih isoter,” ungkapnya.

Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menargetkan seluruh pasien isolasi mandiri untuk berpindah ke isoter. Hal ini karena pelaku isoman masih berpotensi besar kontak dengan anggota keluarga sehingga kurang efektif untuk menekan penyebaran virus.

“Kita akan kejar, yang isolasi mandiri di rumah, akan kita sarankan isoter. Supaya penyebaran nggak ada. Karena kita ingin penularan bener-bener nol,” katanya.

Dia menuturkan, dibanding isoman, isoter lebih mudah terawasi sehingga penyembuhannya bisa lebih cepat. Ia pun mengapresiasi lembaga lain yang secara inisiatif menciptakan isoter sendiri.

”Fasilitas kita sediakan, makan tiga kali sehari dengan gizi seimbang, vitamin, pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga saya yakin isoter akan mampu menyembuhkan Covid-19 selama 7 hari dibandingkan dengan isoman yang bisa sampai 14 hari,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin menambahkan saat ini pihaknya bersama Forkopimda terus melakukan upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang isolasi terpusat ini. Diharapkan, masyarakat akan sadar untuk mengikuti isolasi terpusat.

”Termasuk memudahkan untuk melakukan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, sehingga penanganan pandemi bisa optimal,” jelasnya. (wid)