Cegah Penularan Covid-19, Cafe Ini Terapkan Barcode Setiap Pengunjung

NYAMAN. Cafe Cerita Kita yang berada di Jalan Salatiga-Ngablak, Magelang kian diminiati pengunjung karena letaknya yang strategis dan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
NYAMAN. Cafe Cerita Kita yang berada di Jalan Salatiga-Ngablak, Magelang kian diminiati pengunjung karena letaknya yang strategis dan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Sejak New Normal, Cerita Kita Cafe di Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang menjadi satu-satunya restoran yang memasang barcode menu makanan maupun data diri setiap pengunjungnya. Hal ini sebagai upaya dukungan kepada pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sales & Marketing Manager Cerika Kita, Laila Purnamasari mengatakan, cafe yang berdiri sejak tahun 2019 ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung yang datang diwajibkan cuci tangan, cek suhu, dan menscan barcode yang ada di pintu masuk.

“Barcode ini berisi menu makanan, supaya tidak terjadi kontak langsung ketika memesan. Kemudian, data diri para pengunjung, sehingga kalau terjadi penularan, kita bisa membantu Tim Satgas Covid-19 untuk melacaknya,” kata Laila, kepada wartawan, Jumat (11/6).

Bercerita tentang Cerita Kita, Laila menuturkan bahwa saat ini sudah banyak pengembangan. Cafe yang punya luas sekitar 4 hektar itu kini telah memiliki villa, taman bunga, ruang meeting, dan lainnya.

“Untuk tarif villa Rp2,5 juta per unit. Kita baru memiliki 6 unit villa ke depan direncanakan ada 12 unit,” ucapnya.

Di villa tersebut pengunjung sudah mendapat pemandangan yang menawan dan eksotis. Betapa tidak, karena di depan villa, pengunjung bisa mendapatkan udara segar pegunungan.

“Kawasan hutan masih terjaga asri sehingga villa di sini sangat sejuk dan cocok untuk liburan keluarga,” tuturnya.

Untuk menambah kelengkapan, pihak Cerita Kita mendirikan taman bunga Sunset Falls Garden. Taman ini akan terus dikembangkan jenis bunganya, sehingga terkesan selalu instagramable.

“Tujuan awalnya itu villa, tapi meihat market ternyata justru antusias dengan adanya cafe. Kalau untuk pengunjungnya kebanyakan Semarang, Jogja, Magelang, dan Satiga,” ungkapnya.

Untuk menerapkan protokol kesehatan, pihak cafe pun membatasi jumlah pengunjung dalam satu waktu maksimal 150 orang. Menu yang ditawarkan cukup kompleks, mulai dari makanan western dan tradisional.

Artikel Menarik Lainnya :  Lebih Lengkap, Dapatkan Promo Hemat Satu Pekan dan JSM, hanya di Alfamidi Magelang

“Harganya sudah pasti terjangkau dibanding dengan tempat lainnya,” pungkasnya. (wid)