Cari Korban, 200 Relawan Diterjunkan di Sungai Lungge Temanggung

PENCARIAN. Tim SAR gabungan melakukan pencarian di Kali Progo Temanggung.(Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)
PENCARIAN. Tim SAR gabungan melakukan pencarian di Kali Progo Temanggung.(Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sebanyak 200 relawan diterjunkan dalam upaya pencarian orang hanyut di Sungai Lungge Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak. Pencarian akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Priyo Harjanto menyebutkan, setidaknya ratusan orang dari tim SAR gabungan terjun langsung melakukan pencarian korban atas nama Yongki Widodo (19) warga Dusun Kemirikerep, Desa Jetis, Selopampang Temanggung, yang diperkirakan hanyut di Sungai Lungge sekitar pukul 18.30 WIB.

Disebutkan, 200 orang relawan tersebut berasal dari Polres, Kodim 0706, relawan Banser, ORARI, SAR Kabupaten Temanggung, PMI Temanggung, Koramil Tembarak dan Basarnas Semarang serta masyarakat serta masyarakat menyusuri Sungai Lungge.

“Pencarian dilakukan sejak Rabu pagi dan akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan, jika korban memang belum ditemukan,” terangnya Rabu (2/6).

Priyo mengatakan pencarian korban dilakukan dengan penyisiran sungai baik melalui darat maupun menggunakan perahu karet.

“Pencarian juga dilakukan dengan penyelaman di beberapa titik yang dimungkinkan korban tenggelam,” katanya.

Pencarian korban hari ini difokuskan mulai dari keberadaan terakhir korban di Jembatan Sungai Lungge hingga Bendungan Selis Sungai Progo.

Sekcam Tembarak Dawamim menyampaikan kronologi kejadian berawal korban bersama empat temannya, yakni Rehan (15), Galang Diasaputra (15), Dava Aliavajrisa (17), dan Okta berjalan dari Taman Sungai Progo pulang ke rumah.

Selang beberapa saat Dava bermaksud untuk menyusul korban yang berjalan terpisah dari rombongan, namun di sepanjang jalan tidak menjumpai korban.

Kemudian ada saksi mengetahui korban sempat duduk di pagar Jembatan Sungai Lungge, namun beberapa saat kemudian sudah tidak ada di atas jembatan dan diduga jatuh ke aliran Sungai Lungge yang pada saat itu kondisi debit air sedang tinggi karena cuaca hujan.

Artikel Menarik Lainnya :  Kasihan Petani! Puncak Panen, Harga Tembakau di Temanggung Masih Rendah

“Tadi malam sempat dilakukan pencarian terhadap korban hingga sekitar pukul 24.00 WIB, namun korban tidak ditemukan dan hari ini pencarian korban dilanjutkan,” katanya. (set)