Capaian Vaksinasi Kota Magelang Tertinggi Kedua se-Indonesia

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono
VAKSIN. Sekda Kota Magelang Joko Budiyono sudah menjalani vaksinasi tahap pertama. Usai divaksin, ia mengaku tak mendapat efek samping yang berarti.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Kota Magelang menduduki posisi kedua tingkat nasional kinerja cakupan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Dari target 3.630 pemeroleh vaksinasi, hingga 28 Januari 2021 sudah terealisasi sebanyak 89,63 persen.

Kota seluas 18,52 kilometer persegi ini hanya kalah dari Kota Pekalongan dengan pencapaian 91,91 persen. Sementara berada di urutan ketiga yakni Kota Surakarta dengan 87,54 persen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memberikan penghargaan atas capaian itu kepada Walikota Magelang, Sigit Widyonindito secara virtual di command center, kompleks Kantor Walikota Magelang, Selasa (2/2).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Majid Rohmawanto mengatakan, berdasarkan data terakhir per 28 Januari 2021, Kota Sejuta Bunga berhasil meraih angka capaian vaksinasi Covid-19 tahap pertama 89,63 persen atau sebanyak 2.754 orang telah disuntik vaksin.

”Vaksinasi yang diinstruksikan Gubernur Jateng 25-28 Januari 2021, kita dapat penghargaan dari Gubernur karena capaian partisipasi 75 persen dalam 3 hari. Kemudian capaian partisipasi selama 4 hari sebanyak 89,63 persen, membuat Kota Magelang menjadi daerah kedua terbaik se-Indonesia,” kata Majid.

Baca Juga
Pemkab Wonosobo Larang OPD Bepergian Keluar Kota, Kawal Kebijakan Jateng ‘di Rumah Saja’

Pada tahap pertama vaksinasi, Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Dalam kurun waktu 4 hari, setidaknya 2.754 orang dari 3.615 peserta vaksinasi dari sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan tokoh publik telah divaksin Covid-19.

”Kemudian yang batal ada 486 orang dan tunda 61 orang. Yang batal itu artinya tidak lolos skrining secara tetap, karena pernah positif, punya komorbid. Sedangkan yang tunda ini karena baru demam, flu, tensi naik, dan faktor lainnya,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspadai Aksi Balasan! Densus 88 Tangkap 4 Pentolan JI

Menurut Majid, vaksinasi Covid-19 berbeda dengan imunisasi biasa. Pasalnya, seleksi atau tahapan pendataan dilakukan secara ketat, bahkan menggunakan aplikasi digital.

”Peserta harus mendaftarkan ke sistem, jika tidak masuk, tidak bisa. Ada 16 pertanyaan di dalam aplikasi itu, sehingga calon yang divaksin harus menjawab dengan penuh kejujuran,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Magelang, para penerima vaksinasi tahap pertama di Kota Magelang, rata-rata tidak mendapati Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) dan masalah berarti. Dengan vaksinasi diharapkan dapat membentuk antibodi dari dalam tubuh.

Sebagai informasi, skor epidemiologi Kota Magelang periode pekan ke-56, tanggal 24-30 Januari 2021 sebesar 2,16. Angka ini menunjukkan bahwa Kota Magelang masih berada di zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Pemkot Magelang optimistis skor akan membaik karena selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tren kasus sebaran aktif Covid-19 cenderung menurun. (wid)