Capaian Vaksinasi Booster Masih Rendah, Masyarakat Temanggung Masih Enggan

Salah seorang pasien tengah mengikuti program vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung (Foto: rizal ifan chanaris)
Salah seorang pasien tengah mengikuti program vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung (Foto: rizal ifan chanaris)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Meski program vaksinasi terus digalakkan oleh pihak pemerintah, namun tak sedikit warga masyarakat yang masih enggan untuk mengikuti vaksin booster atau dosis tahap ke tiga.

Beragam alasan mereka kemukakan, mulai ketakutan mereka akan imbas pasca mendapatkan suntikan, hingga kecemasan akan kondisi tubuh, mengingat mereka akan menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

Seperti Tuti (57), salah seorang warga Temanggung Kota, ia mengaku sampai saat ini baru mendapat suntikan vaksin dosis ke dua dan belum berniat mengikuti progam vaksin booster lantaran ada rasa kekhawatiran atas kondisi tubuhnya pasca vaksinasi.

“Saya masih takut ikut vaksis booster. Ada yang bilang demam dan lemas setelah disuntik. Kapan-kapan saja, apalagi mau puasa sebentar lagi,” katanya, Kamis (31/3).

Warga lain, Ikhsanudin (26) menyebut bahwa sampai saat ini dirinya bahkan belum mengikuti dosis vaksin tahap ke dua. Pasalnya, di samping mepetnya waktu karena kesibukan pekerjaan sebagai wirausaha, ia juga masih agak takut lantaran pada vaksin dosis pertama dirinya sempat mengalami demam pasca mendapat suntikan.

“Saya baru vaksin dosis satu, ya sibuk ya takut. Apalagi booster katanya lebih keras dari vaksin satu dan dua. Tetep nanti akan vaksin, sekarang yang penting jaga prokes karena pekerjaan saya memang di jalan,” imbuhnya.

Hal tersebut justru bertolak belakang dengan komitmen pemerintah setempat. Pasalnya Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung tengah gencar menggalakkan program vaksinasi. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat angka prosentase pemanfaatan vaksin untuk berbagai dosis di tingkat masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei meminta masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi dan tidak mengabaikan program tersebut. Pasalnya, vaksinasi dianggap sebagai salah satu langkah paling efektif dalam menekan kasus persebaran virus Covid-19.

“Berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah dapat melakukan vaksinasi di Bulan Ramadhan demi mencegah penularan Covid-19. Jadi, meski tengah berpuasa, vaksinasi tetap kita gelar,” bebernya.

Lanjutnya, berdasar data yang dikantongi Dinkes, dari total target keseluruhan 624.346 orang, sampai saat ini capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Temanggung telah mencapai 91,32 persen, dosis ke dua 82,68 persen, dan dosis ke tiga atau vaksin booster baru sekitar 7,29 persen.

Lanjutnya, sasaran utama atau prioritas vaksinasi mendatang adalah mereka yang belum melaksanakan program vaksin tahap ke dua sekaligus tahap vaksinasi booster.
Dwi juga berpesan, khusus pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadan, masyarakat diimbau agar tetap menjaga pola makan dengan yang bergizi seimbang saat melaksa akan santap sahur.

“Jangan lupa makan makanan bergizi dan cukup istirahat sebelum mengikuti vaksinasi agar kondisi kesehatan tubuh tetap bugar meski tengah menjalankan ibadah puasa,” imbaunya. (riz)