Calon Walikota Magelang, dr Aziz Targetkan Tiap RT Punya 2 UMKM

Calon Walikota Magelang, dr Aziz Targetkan Tiap RT Punya 2 UMKM

 MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Calon Walikota Magelang, dr Muchammad Nur Aziz mengatakan bahwa Kota Magelang diapit kota-kota besar, tetapi hampir tak memiliki sumber daya alam (SDA). Oleh karena itu, sektor jasa dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah lahan paling potensial untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dokter spesialis penyakit dalam tersebut menargetkan, ke depan Kota Magelang tumbuh 1.500 UMKM. Pihaknya juga berencana mengejar target tersebut pada tahun-tahun awal kepemimpinannya.

”Potensi itu bisa kita lihat dari tiap RT di Kota Magelang. Jumlahnya ada 1.014 RT. Kalau minimal ada 2 UMKM di tiap RT, maka ke depan kita punya 2.030 UMKM,” kata Aziz, belum lama ini.

Setelah resmi menjabat sebagai kepala daerah, Aziz mengaku akan langsung tancap gas. Di antaranya, memaksimalkan potensi masyarakat tatanan lokal di tingkat RT untuk bersama-sama menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

”UMKM ini adalah tulang punggung di Kota Magelang. Sekarang ini jumlahnya sudah ada 2.000an, kita akan kembangkan lagi, di berbagai sektor tergantung dari potensi tiap RT itu seperti apa,” ujarnya.

Termasuk juga, lanjut Aziz, bantuan sumber dana dari APBD Kota Magelang, besar diutamakan bagi kesejahteraan warga. Para pelaku UMKM ke depan akan terus mendapatkan pelatihan, baik terkait produksi maupun pemasaran berbasis digital.

”Target kami UMKM ini bisa bergabung dengan ekosistem digital. Saya harap, pelaku usaha kecil ini bisa terus meningkatkan kualitas produksi dan melek teknologi, dengan pendampingan yang sudah kita canangkan,” tuturnya.

Aziz yakin, dengan optimalisasi UMKM, maka angka kemiskinan di Kota Magelang akan semakin menurun. Hal tersebut turut diiringi dengan perbaikan ekonomi setelah mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Level 3, Hotel di Kota Magelang Masih Sepi

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang, merilis bahwa di wilayah ini terjadi kenaikan angka kemiskinan sebesar 0,12 persen dari tahun 2019 7,46 menjadi 7,58 pada tahun 2020. Salah satu penyebabnya karena penurunan pendapatan rumah tangga akibat pandemi Covid-19.

Demikian halnya dengan angka garis kemiskinan berdasarkan pendapatan perkapita, dari semula sebesar Rp481.282 per kapita per orang per bulan pada tahun 2019 menjadi Rp525.099 per kapita per orang per bulan di tahun 2020.

Naiknya angka kemiskinan ini disadari salah satu Anggota DPRD Kota Magelang, Marjinugroho. Oleh karena itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Magelang itu mengatakan perlu adanya upaya strategis dalam penanganan Covid-19, khususnya dalam mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat dan menggerakan ekonomi kerakyatan.

Menurut dia, penting adanya penanganan kemiskinan dengan cara kolaborasi program antar organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab dengan penanganan yang tepat, maka akan berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat itu sendiri.

”Termasuk soal UMKM yang memang terdampak pandemi, sehingga penanganannya harus segera dilakukan. Jangan sampai, target ribuan UMKM ini hanya sekadar target, tapi tidak ada pengembangan dari pelaku UMKM itu sendiri. Oleh karena itu, saya berharap, eksekutif bisa berperan strategis, tak hanya dari sisi mendongkrak kuantitas UMKM, tetapi juga kualitas produksi maupun pemasarannya juga harus ditingkatkan,” katanya. (wid)