Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pemuda Diancam 15 Tahun Penjara

KASUS. Polres Wonosobo gelar kasus pencabulan anak di bawah umur.
KASUS. Polres Wonosobo gelar kasus pencabulan anak di bawah umur.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Jajaran Satreskrim Polres Wonosobo mengamankan pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial MG (31), merupakan warga Gumelar RT 17 RW 02 Wadaslintang. Selain itu, polisi juga menetapkan seorang pelaku lainnya menjadi DPO atas kasus tersebut.

“Jadi pelaku ada dua orang, yang satu MG, berhasil kita amankan. Sedangkan satu orang lagi, berinisial HA (41) masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Wonosbo AKP Mochamad Zazid, dalam konferensi pers yang digelar kemarin.

Menurutnya, kasus tersebut terungkap berawal dari laporan saudara orang tua korban ke pihak kepolisian, karena keponakan yang masih berusia 16 tahun telah jadi korban pemerkosaan.

Tempat kejadian perkara (TKP) persetubuhan gadis di bawah umur di rumah HA (DPO) di Karangjambe Tirip Wadaslintang Wonosobo, 17 Oktober 2020, malam hari pukul 01.30 WIB. Kejadian sudah cukup lama hampir setahun lalu.

“Usai mendapat laporan, polisi langsung bergerak dan berhasil meringkus pelaku di Ngalian Wadaslintang pada Jumat 13 Agustus 2021 lalu, sekitar pukul 19.00 WIB,” bebernya.

Pelaku selanjutnya digelandang ke Unit PPA Satreskrim Polres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sedangkan pelaku HA (41) belum berhasil ditemukan, dan masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Berdasarkan hasil visum, benar bahwa bunga telah jadi korban persetubuhan dua pelaku. Barang bukti (BB) berupa kaos lengan pendek, celana panjang, jilbab, celana dalam dan BH kini diamankan petugas kepolisian.

Sementara itu, pelaku MG mengaku bahwa dirinya tidak kenal dengan korban.  Saat itu, korban tengah diantar oleh temannya untuk pulang ke rumah. Di tengah jalan dihentikan, akan diantarkan belakangan. Kemudian korban dibawa ke rumah HA.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

“Ketika korban sampai di Trimulyo Wadaslintang,  saya hentikan. Pengantar saya suruh pulang karena korban akan saya antarkan ke rumah belakangan. Korban dibawa ke rumah HA lalu saya setubuhi,” katanya.

Pelaku disangka melanggar pasal 81 atau pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana diubah dengan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI  No  23 tahun 2002, UU RI No 17 tahun 2016 dan Perpu No 1 tahun 2016, dengan ancaman minimal 5 tahun, dan paling lama hukuman 15 tahun penjara serta denda 5 miliar. (gus)