Bupati Wonosobo Minta Setiap Desa Minimal Memiliki 5 Relawan Bencana

FOTO BERSAMA. Bupati dan Wabup foto bersama dengan jajaran pegawai dan karyawan BPBD Wonosobo
FOTO BERSAMA. Bupati dan Wabup foto bersama dengan jajaran pegawai dan karyawan BPBD Wonosobo

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kabupaten Wonosobo merupakan daerah zona merah bencana alam di Jateng, maka kehadiran BPBD sangat penting. Namun karena keterbatasan sumber daya, maka perlu ada upaya kreatif dan gotong royong dari semua pihak.

“Kami ingin pelayanan kebencanaan sampai tingkat desa, tapi karena keterbatasan sumber daya, harus ada cara yang inovatif. Saya ingin nanti di setiap desa paling tidak ada 5 orang relawan BPBD atau Basarnas,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat memimpin apel pagi di Kantor Pelaksana BPBD Wonosobo, Senin (6/9), di halaman kantor setempat.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan untuk bisa memfasilitasi pelatihan dan pendidikan relawan bencana alam hingga ke tingkat Desa/Kelurahan. Tujuannya agar mereka cepat memahami persoalan penanganan kebencanaan.

“Harus satu prestasi, pemerintahan di level bawah harus memfasilitasi pelatihan itu,” katanya

Afif juga minta relawan BPBD dan personil Basarnas selalu bersinergi dan berkolaborasi saat melakukan penanganan bencana alam di lapangan. Apalagi antara BPBD dan Basarnas punya visi dan misi yang sama yakni untuk kemanusian.

“Jika semua mengedepankan kebersamaan, gotong royong dan keikhlasan seberat apapun beban yang dipikul akan mudah diatasi bersama. Apalagi Wonosobo merupakan daerah zona merah bencana alam, berupa banjir, tanah longsor, angin ribut dan kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Bambang Trie mengemukakan bahwa personil dan SDM di BPBD saat ini memang sangat minim. Tidak sebanding dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban dalam menangani masalah kebencanaan di wilayah Wonosobo.

“Walaupun dengan keterbatasan personil yang ada, saya merasa bangga karena relawan dengan semangat dan tangguh dapat mengatasi permasalahan kebencanaan yang sewaktu-waktu muncul, dengan baik. Disokong personil yang siap siaga 24 jam sangat membantu BPBD dalam menjalankan tugas kebencanaan,” tuturnya

Artikel Menarik Lainnya :  PTM Sudah Jalan, Vaksinasi Pelajar di Wonosobo Masih Cukup Rendah

Dalam waktu dekat pihaknya akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan para pemangku wilayah untuk membentuk Relawan Penanggulangan Bencana (RPB). Sebab di beberapa kecamatan ada yang belum terbentuk tim relawan. Keberadaan RPB akan jadi patner kerja yang handal dalam menangani bencana.

“Saya terus akan menggandeng para relawan yang ada di seluruh penjuru wilayah Wonosobo. Selalu mengedepankan kekompakan dan kegotongroyongan agar semua pekerjaan dan permasalahan yang ada dapat diatasi bersama dengan baik,” pungkasnya. (gus)