Bupati Wonosobo Minta Semua Elemen Masyarakat untuk Saling Mengingatkan Pentingnya Prokes

BANTUAN. Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada warga Kelurahan Jaraksari dan Kelurahan Sambek Kecamatan Wonosobo. Bantuan beras tersebut bagian dari Program Bansos PPKM level 4.
BANTUAN. Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada warga Kelurahan Jaraksari dan Kelurahan Sambek Kecamatan Wonosobo. Bantuan beras tersebut bagian dari Program Bansos PPKM level 4.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kasus konfirmasi positif covid-19 dengan angka kematian yang tinggi di Wonosobo menjadi perhatian khusus. Terkait hal itu, pimpinan daerah meminta masyarakat untuk saling ingatkan dan menjaga, disiplin protokol kesehatan dan patuh imbauan pemerintah.

“Seluruh elemen masyarakat bahu membahu, saling membantu dan mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan patuh terhadap himbauan yang dikeluarkan pemerintah,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat  usai serahkan bantuan beras kepada warga Jaraksari dan Sambek Kecamatan Wonosobo.

Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada warga. Bantuan beras tersebut bagian dari program bansos PPKM level 4.

Menurutnya, jika saling bantu dan mengingatkan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh maka  penyebaran virus corona yang masih belum mereda ini bisa ditekan, sehingga upaya memutus penularan ini bisa berjalan dengan optimal dan pandemi segera usai.

“Masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran covid-19 terutama varian delta yang sangat mudah menyebar dan menular. Tapi tidak perlu panik, cukup pahami dan mengeti soal virus itu, serta berusaha agar tidak tertular dan menulari orang lain jika terpapar,” katanya.

Selain itu, Afif juga meminta masyarakat mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan jika terpapar virus tersebut. Jika merasakan gejala yang hampir mirip dengan gejala covid-19 agar segera melakukan tes pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Atau setidaknya melakukan isolasi mandiri terdata dengan melaporkan kepada Ketua RT setempat atau kepada satgas atau tenaga kesehatan terdekat. Hal ini agar bisa terpantau, serta diwajibkan untuk tetap berada di rumah dan tidak berada bebas di luar rumah sebagai antisipasi agar tidak menularkan ke orang lain.

Artikel Menarik Lainnya :  BPS dan Diskominfo Wonosobo Gagas Layanan Data Terpadu Online

“Saya melihat dan memantau, masih banyak saudara kita yang sebenarnya punya gejala yang hampir mirip dengan covid-19, ya pilek, batuk, hilang penciumanya tapi enggak mau periksa ke puskesmas, dokter, apalagi rumah sakit karena takut di swab, takut jika positif, sehingga ini menjadi PR untuk kita semua,” ujarnya.

Banyaknya kasus lebih lanjut dikatakan bahwa tingginya kematian karena covid-19 di Kabupaten Wonosobo salah satunya diakibatkan oleh terlambatnya penanganan karena masyarakat yang terpapar datang ke fasilitas kesehatan setelah keadaan mereka sudah dalam kondisi yang parah.

“Sehingga di Kabupaten Wonosobo yang meninggal banyak ini rata-rata orang yang datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah sakit agak berat, tetapi dia bukan isoman, kalau isoman jelas datanya. Nah ini artinya sakit tapi tidak terpantau sehingga fatal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta agar masyarakat mengerti betapa dasyatnya virus ini, sehingga bisa mengantisipasi dengan tetap menjaga kesehatan masing-masing serta saling membantu dan mengingatkan untuk tetap disiplin prokes dan himbauan pemerintah. Sembari mengajak bersama untuk membantu Pemerintah menyelesaiakan permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, baik terhadap penanganan virus maupun efek yang ditimbulkan akibat pandemi ini. (gus)