Bupati Wonosobo Lega, Sebanyak 877 P3K Guru Terima SK

LANTIK. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi Pejabat Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru Tahap 1 dan 2 Formasi 2021 di Halaman Pendopo Bupati, Rabu (27/4).
LANTIK. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi Pejabat Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru Tahap 1 dan 2 Formasi 2021 di Halaman Pendopo Bupati, Rabu (27/4).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Sebanyak 887 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru di Lingkungan Pemkab Wonosobo terima SK. Penyerahan SK di gelar di halaman pendopo kabupaten.

“Saya lega dan senang, dalam satu bulan ini saya di WA terus oleh guru P3K, kapan SK keluar, itu hampir setiap hari,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, saat pidato penyerahan SK, kemarin.

Menurutnya, setelah diterima menjadi P3K, para pendidik SD dan SMP memang tidak langsung menerima SK. Sehingga pihaknya mendorong BKD untuk segera memprosesnya.

“Saya minta BKD untuk memprosesnya, dan sebelum lebaran akhirnya SK sudah bisa diterbitkan,” ujarnya.

Pihaknya berharap selalu SK diterima, P3K menjadi tauladan dalam penerapan kedisiplinan utamanya saat bekerja. Hal ini penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan sebagai edukasi yang efektif terhadap anak didik. Salah satunya disiplin dalam mengimplementasikan regulasi atau aturan yang ada.

“Kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) P3K Guru yang hari ini dilantik untuk mematuhi dan melaksanakan segala peraturan yang ada, ini erat kaitannya dengan kedisiplinan dalam bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat Wonosobo,” pintanya.

Lebih lanjut Afif mengatakan, apabila ditemukan P3K Guru yang melanggar regulasi tersebut maka akan dikenakan sanksi yang tegas. Jajarannya terus melakukan sosialisasi secara luas agar semua peraturan dapat diimplementasikan dengan baik.

Selain itu, Pemkab Wonosobo memberikan ruang seluas-luasnya dengan mendorong seluruh P3K Guru untuk terus menunjukkan kualitas dan kompetensi yang dimiliki guna mewujudkan generasi muda yang cerdas kebanggaan bangsa dan negara.

“Berikan pelayanan yang baik dan maksimal untuk anak didik kita, jadikanlah mereka sebagai generasi muda yang cerdas, berbakti kepada bangsa dan negara, keluarkan segala ide, gagasan, inovasi, dan terobosan terbaik pada bidang apapun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo, Tri Antoro menyampaikan, hasil seleksi tahap 1 dan 2 ini sebanyak 877 orang diangkat menjadi P3K Guru,  terdiri dari 647 guru SD dan 230 guru SMP, dengan masa pergantian kerja selama 5 tahun terhitung 1 Mei 2022 sampai dengan 30 April 2027.

“Ada 3 orang yang tidak hadir menerima SK tersebut, satu orang sakit, satu orang melahirkan dan satu orang meninggal dunia,” katanya.

Diminta seluruh P3K yang baru saja menerima SK, mampu melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai ada sanksi pemutusan hubungan kerja karena mendapatkan sanksi hukuman berat.

“Saya mengharapkan semua P3K yang menerima SK untuk terus disiplin kerja, dapat melaksanakan tugas dengan baik, sehingga tidak terkena sanksi pemutusan hubungan kerja,” tutupnya. (gus)