Bupati Wonosobo Launching Pemasangan EWS di Titik Rawan Longsor

PEMASANGAN EWS. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat melakukan pemasangan EWS didampingi Asisten Sekda M Aziz Wijaya dan Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan.
PEMASANGAN EWS. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat melakukan pemasangan EWS didampingi Asisten Sekda M Aziz Wijaya dan Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COMPemerintah Kabupaten Wonosobo melalui BPBD memasang Early Warning System (EWS) di lokasi tanah bergerak. Tepatnya di Dusun Krandegan, Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro.

Pemasangan alat deteksi dini tersebut dilaunching Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Asisten Sekda M Aziz Wijaya, dan Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan disaksikan Forkopimca Kaliwiro serta Kades Pucungkerep, Minggu (25/7).

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah yang bisa kami lakukan mengingat Kabupaten Wonosobo merupakan wilayah yang cukup rentan dengan bencana alam, dan memiliki curah hujan tinggi sehingga potensi tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai melakukan pemasangan EWS.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk deteksi dini serta antisipasi terhadap bencana. Mengingat Kabupaten Wonosobo sendiri merupakan wilayah yang rentan bencana, dan juga memiliki curah hujan tinggi sehingga potensi munculnya bencana tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu.

Dengan pemasangan EWS ini diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat terutama yang berada di kawasan rawan tanah bergerak sebagai deteksi dini dan antisipasi jika terjadi bencana alam.

“Dengan pemasangan alat ini sangatlah membantu khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan ini, apabila terjadi bencana. Namun, kami berdoa agar tidak terjadi bencana tersebut. Tapi jika sebaliknya, setidaknya ini menjadi upaya deteksi dini dan edukasi bagi masyarakat untuk tindakan antisipasi,” harapnya.

Kepada masyarakat Wonosobo yang berada di kawasan rawan longsor Bupati meminta agar tetap waspada. Tidak abai apabila menemukan rekahan tanah  akibat tanah bergerak. Karena dikhawatirkan, jika terjadi hujan deras kemungkinan akan terisi air dan menggenang. Sehingga, menimbulkan tekanan besar yang mendorong potensi untuk longsor.

“Kami minta warga yang berada di daerah rawan agar tetap waspada. Saya berpesan, bila menemukan ada rekahan tanah, jangan abaikan dan jangan dibiarkan saja. Karena, jika terjadi hujan deras yang mengisi rekahan tersebut, akan menimbulkan tekanan besar sehingga berpotensi longsor. Kami mohon Pak Kades bersama warga masyarakat untuk ikut menjaga EWS ini, jangan sampai rusak, karena ini penting sekali bagi masyarakat kita,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Imbas Covid-19, Pendapatan Daerah Wonosobo Diestimasikan Turun Rp15 Miliar

Sementara itu, Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan, mengemukakan bahwa keberadaan EWS ini akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi kebencanaan sejak awal. Sehingga masyarakat bisa langsung bersiap untuk mengevakuasi diri jika suatu saat terjadi musibah tanah longsor di puluhan titik tersebut.

“Ada 62 titik rawan yang paling dekat dengan pemukiman dan fasilitas publik. Dari 62 titik lokasi rawan longsor di seluruh kabupaten, 23 lokasi berada di Kecamatan Kaliwiro,” katanya.

Menurutnya,  dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo, hanya tujuh daerah kecamatan yang dinyatakan rawan terhadap bencana tanah longsor.

“Dari 62 itu, sebanyak 23 titik berasal dari Kaliwiro. Disusul Kecamatan Sukoharjo dengan 12 titik, Kalibawang dengan 8 titik, Watumalang, Kejajar, dan Leksono ada 6 titik. Dan Wadaslintang dengan 1 titik lokasi rawan longsor,” pungkasnya. (gus)