Bupati Temanggung Terjunkan Tim Khusus Awasi Penjualan Minyak Goreng sesuai HET di Pasaran

Bupati Temanggung Terjunkan Tim Khusus Awasi Penjualan Minyak Goreng sesuai HET di Pasaran
Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung saat menggelar operasi pasar jilid pertama di Kecamatan Tembarak, Temanggung. Foto: rizal ifan chanaris.

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Untuk melakukan proses pengawasan secara ketat terhadap tata niaga atau penjualan minyak goreng di pasar tradisional maupun toko-toko modern, Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq menerjunkan tim khusus yang berasal dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM mulai Senin (28/2).

Selain membatasi jumlah pembelian, pengawasan tersebut juga dilakukan untuk memastikan harga jual minyak goreng di pasaran sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14.000 per liter.

“Saya sudah minta kepada Disperindagkop Kabupaten Temanggung untuk menerjunkan tim khusus untuk melakukan monitoring kepada para penjualan minyak goreng, baik di pasar tradisional, toko sembako, maupun minimarket modern. Tujuannya adalah untuk mengawasi jangan sampai harga di atas HET, yakni Rp14.000 per liter,” katanya, Selasa (1/3).

Untuk itu, Bupati meminta kepada para pedagang agar tetap patuh menerapkan peraturan perdagangan minyak goreng dengan patokan HET senilai Rp 14.000 per liter tersebut.
Khadziq juga melarang para pedagang melakukan praktik blanding dengan barang-barang sembako lainnya. Karena banyak ditemukan pedagang yang memanfaatkan kelangkaan minyak goreng ini dengan menjual barang lainnya kepada kosumen.

“Jangan sampai penjualan minyak goreng itu diblanding dengan barang-barang yang lain, sebab praktik itu merugikan berpotensi besar merugikan pihak konsumen,” tegasnya.

Tak hanya menerjunkan tim monitoring secara khusus, upaya lain yang dilakukan oleh pihak Pemkab Temanggung untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga terjangkau adalah dengan menggelar operasi pasar secara rutin.

Pada tahap pertama, Pemkab dibantu Pemprov Jateng telah menggelontorkan sedikitnya 4.000 liter minyak goreng ke masyarakat yang tinggal jauh dari pasar induk maupun toko modern, khususnya Temanggung wilayah sebelah utara.

“Selain menggelar operasi pasar ke masyarakat, Pemkab tengah berupaya mengajukan pengusulan kepada Pemprov Jateng untuk menggelar  operasi pasar minyak goreng curah dengan sasaran para pedagang,” pungkasnya. (riz)