Bupati Temanggung Minta Petani Jual Tembakau pada Pedagang Jujur

RAWAT. Suwarno salah satu petani tembakau di Kecamatan Tlogomulyo sedang merawat tanaman tembakaunya. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAWAT. Suwarno salah satu petani tembakau di Kecamatan Tlogomulyo sedang merawat tanaman tembakaunya. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Bupati Temanggung M Al Khadziq mengimbau kepada petani untuk menjual tembakau rajangan keringnya kepada pedagang yang jujur dan bertanggung jawab.

“Jangan mau kalau bakol (pedagang) minta angetan (potongan timbangan), potongan ini, potongan itu jangan mau. Jual saja pada pedagang yang jujur dan mau. Tawar menawar harga saja, kalau mau langsung dibayar gitu saja,” imbau Bupati, Kamis (19/8).

Ia mengatakan, dunia pertembakauan memang sering sekali ada praktik-praktik yang merugikan, tidak hanya petani saja, namun pedagang, grader dan pabrikan juga dirugikan.

“Jika memang ada praktik-praktik itu, masyarakat pertembakauan bisa dilaporkan di posko gugus pertembakauan yang ada di Kecamatan Parakan,” tukasnya.

Posko pertembakauan itu sengaja didirikan di Kecamatan Parakan, sebab wilayah Parakan mudah dijangkau dari semua daerah penghasil tembakau di Temanggung.

Ia berharap, pada panen raya tembakau tahun ini, petani bisa lebih memilih pedagang yang amanah. Pengalaman-pengalaman petani saat panen raya tembakau di tahun-tahun sebelumnya bisa dijadikan pelajaran, sehingga tidak lagi terulang di setiap panen raya.

Bupati juga meminta, agar petani tetap menjaga kualitas tembakaunya, sehingga harga jual tembakau asli Temanggung bisa lebih baik dari tembakau yang dicampur dengan tembakau dari daerah lain.

Terpisah Suwarno salah satu petani tembakau di Kecamatan Tlogomulyo menuturkan, saat ini tembakau miliknya memang baru memasuki masa perawatan, karena tembakau miliknya baru berumur kurang lebih satu bulan setengah.

“Tanduran keri-keri (tanamnya di akhir musim tanam) jadi sekarang belum bisa dipanen,” tuturnya.

Menurutnya, dalam waktu 20 hari ke depan sudah mulai bisa dipanen, saat panen tiba cuaca mendukung dan harga tembakau bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Artikel Menarik Lainnya :  2.500 Siswa Miskin di Temanggung Terima BSM Rp950 Juta

Ia mengaku, pernah sama sekali tidak menerima hasil jerih payahnya dari tembakau, karena pedagang yang membawa tembakaunya tidak pernah terlihat sampai sekarang.

“Dulu pernah sekali, tembakau saya sejumlah 8 keranjang sama sekali tidak dibayar, sampai sekarang pedagangnya juga tidak pernah kelihatan lagi,” ceritanya.

Memasuki panen raya tahun ini, tidak ada lagi pedagang tembakau yang nakal, sehingga petani benar-benar bisa mendapatkan penghasilan yang baik.

“Tembakau modalnya juga tidak sedikit, kalau pedagangnya nakal yang rugi petani, semoga saja tahun ini lebih baik semuanya,” harapnya. (set)