Bupati Magelang Minta Kepastian Tata Ruang, Akan Dibangun Empat Pintu Gerbang Pendukung KSN Borobudur

PETA TEMATIK. Bupati Magelang, Zaenal Arifin didampingi Plt Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Magelang, Gusmanto dan Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Yuli Mardiono.
PETA TEMATIK. Bupati Magelang, Zaenal Arifin didampingi Plt Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Magelang, Gusmanto dan Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Yuli Mardiono.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Borobudur sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), nantinya akan ada empat pintu gerbang yang akan dibangun. Antara lain di Blondo, Kembanglimus, Palbapang, dan Klangon Kulon Progo. Bupati Magelang, Zaenal Arifin meminta agar pelaksanaannya bisa segera mendapat kepastian tata ruang.

“Tentunya segala pembangunan yang akan dilaksanakan pada KSN Borobudur ini harus segera mendapat kepastian tata ruang, maka koordinasi ini akan berlangsung selama 24 hari ke depan untuk melakukan pemetaan. Saya harap kepada para camat, kepala desa, dan kepala OPD terkait bisa memberikan informasi dan dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga bisa mendapat kepastian dan pembangunan KSN Borobudur bisa berjalan dengan lancar,” ucap Zaenal Arifin saat membuka Sosialisasi dan Koordinasi Dalam Rangka Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang KSN Borobudur Provinsi Jawa Tengah, di Atria Hotel, Selasa (29/9/2020).

Kegiatan koordinasi tersebut, untuk mendukung keputusan Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan Borobudur sebagai KSN utamanya dalam pembangunan pariwisata berskala super prioritas, maka perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam pembuatan peta tematik pertanahan dan tata ruang.

Meskipun Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pembangunan super prioritas pariwisata di Indonesia, Zaenal berpesan agar tetap dapat menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Hal ini mengacu pada dua Peraturan Presiden (Prepres) yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Yaitu Prepres 58 dan Prerpres 70.

“Tentunya pembangunan tersebut juga harus tetap memperhatikan lingkungan dan ekosistem yang ada, serta tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ucap Zaenal.

Baca juga
Covid-19, Kerugian Sektor Pariwisata di Jateng Capai Rp33 Miliar

Menurut, Plt Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Magelang, Gusmanto dalam laporannya mengatakan, perlu adanya sinergitas dalam koordinasi pembuatan peta tematik pertanahan dan ruang KSN Borobudur tersebut. Dalam hal ini Ia juga bersedia mengawal kegiatan tersebut.

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Jahe di Kabupaten Magelang Dilatih Mengelola dan Memasarkan Hasil Tani

“Kami sebagai Plt Kepala Pertanahan Kabupaten Magelang akan siap mengawal ikut melaksanakan tercapainya pelaksanaan kegiatan ini,” terang Gusmanto.

Sementara, Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Yuli Mardiono mengatakan, akan memetakan tanah seluas 12.000 hetar yang mencakup 5 Kecamatan dan 40 desa di KSN Borobudur.

“Kita akan melihat secara utuh, terkait dengan penguasaannya, kemanfaatannya, dan penggunaannya sehingga nanti tidak ada yang terlewatkan,” ungkap Yuli.

Yuli juga meminta kepada para kepala desa untuk bisa bekerja sama secara responsif terkait sumber-sumber data dan informasi di desanya masing-masing untuk memperoleh kebijakan secara terukur.

“Kami mohon selama 24 hari kedepan ini rekan-rekan yang ada di desa khususnya yang masuk pada KSN Borobudur dapat memberikan informasi data untuk kegiatan pemetaan ini, agar segala kebijakan yang diambil nanti hasilnya bisa baik,” pungkas, Yuli.(cha)