Bupati Ingin CPNS Diisi Masyarakat Lokal, Warga Temanggung Diminta Bersiap

PRESS RELEASE. Bupati bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Temanggung memberikan press release terkait dengan rencana rekruitmen CPNS dan P3K, Jumat (4/6).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PRESS RELEASE. Bupati bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Temanggung memberikan press release terkait dengan rencana rekruitmen CPNS dan P3K, Jumat (4/6).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung M Al Khadziq meminta agar masyarakat Temanggung tetap mempersiapkan diri, meskipun rencana rekruitmen Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjan Kerja (PPPK/P3K) diundur sampai waktu yang belum ditentukan.

“Persiapan tetap harus dilakukan, tentunya dengan mempersiapkan persyaratan seperti legalisir ijazah, SKCK dan yang lainnya,” pinta Bupati saat press release di Pendopo Jenar, Jumat (4/6).

Menurutnya, persiapan ini sangat penting, sebab sewaktu-waktu pemerintah pusat mengintruksikan untuk kembali membuka rekruitmen, maka masyarakat Temanggung sudah siap dengan segala persyaratan-persyaratannya.

Bupati mengungkapkan semula pengumuman pendaftaran sekitar akhir Mei 2019, tetapi berdasar keputusan dari Badan Kepegawaian Negara untuk diundur sampai batas yang belum ditentukan.

Diundurnya waktu penerimaan CPNS dan P3K ini tidak hanya untuk Kabupaten Temanggung saja, melainkan menyeluruh di semua daerah di Indonesia.

“Tidak hanya Temanggung, semua daerah sama,” katanya.

Dikatakan, alasan diundurnya penerimaan CPNS dan P3K ini karena beberapa sebab di antaranya, masih akan dikaji lagi terkait dengan aturan penerimaan CPNS dan P3K dan sejumlah alasan lainnya.

Pada rencana penerimaan pegawai di tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung mendapatkan 3.029 formasi yang terdiri CPNS 945 dan 2.084 P3K. Dari ratusan formasi CPNS di antaranya formasi tenaga kesehatan 566 orang dan 379 tenaga nonkesehatan yang masuk di dalamnya tenaga guru.

Sedangkan P3K semuanya untuk formasi guru. Formasi itu antara lain admin kesehatan 5 orang, dokter umum (9), pamong budaya (1), auditor (4), pustakawan (12), dan rekam medis (1).

Sampai saat ini pihaknya juga masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat terkait dengan kejelasan penggajian untuk formasi P3K. Informasi awal digaji oleh pemerintah pusat, tetapi dalam perkembangnnya dialihkan ke pemda.

Artikel Menarik Lainnya :  Temanggung Siap Jadi Sentra Penghasil Cabai

Menurutnya, jika gaji dari P3K ditanggung oleh Pemda, maka Pemda akan mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk gaji P3K. Kurang lebih dalam satu tahun akan mengeluarkan anggaran sebanyak Rp116 miliar.

Dengan pengeluaran ini lanjut Bupati, tentunya akan menganggu anggaran yang ada di Temanggung, karena jumlahnya cukup besar, sedangkan APBD Temanggung masih belum meningkat.

“Berdasar analisa tidak sanggup untuk menggaji 2.084 orang karena mencapai Rp116 miliar per tahun, sementara kemampuan APBD berkisar Rp12 miliar pertahun atau untuk 250 pegawai,” terangnya.

Untuk saat ini arahan dari pemerintah pusat jika merekrut P3K harus semua atau tidak semuanya, tidak boleh sebagian pegawai. Maka pihaknya menyurati Menteri Keuangan untuk menambah dana transfer guna membayar 2.084 pegawai.

Al Khadziq berharap masyarakat Temanggung bisa ikuti seleksi. Masyarakat bisa untuk bersaing, jika tidak, mungkin akan diisi warga luar Temanggung. Paslanya, perekrutan tidak dibatasi wilayah kabupaten

“Formasi-formasi yang ada bisa diisi oleh masyarakat asli Temanggung, oleh karena itu persiapan berkas harus dilakukan dengan baik, terutama bagi masyarakat yang memiliki persayaratan untuk mendaftarkan diri,” pesannya. (set)