Bukit Cinta Tetap Berlakukan Protokol Kesehatan

KUNJUNGAN. Pandemi sempat mempengaruhi jumlah kunjungan ke beberapa spot di kawasan Bukit Cinta Maron.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Wisata Bukit Cinta Seroja yang ada tepat di atas Telaga Menjer tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Wisata alam yang menjadi tujuan bagi mereka yang mencari pengalaman hiking serta camping di alam terbuka tersebut kini banyak disasar segmen keluarga.

Salah satu pengelola, Muaris menyebut, para wisatawan umumnya memesan untuk paket satu keluarga.

“Banyak wisatawan yang menanyakan terkait kondisi pandemi ini. Meskipun sempat surut pengunjung, namun untuk wisata bukit cinta masih bisa beroperasi mengingat tidak ada kerumunan berarti. Para pengunjung mayoritas datang satu mobil satu keluarga dan bahkan mereka membawa peralatan sendiri, seperti tenda hingga kelengkapan camping lainnya,” katanya kemarin.

Di jalur wisata bukit cinta juga ada beberapa spot seperti wisata pemancingan, hingga beberapa situs desa yang diyakini menjadi tempat para leluhur yang mengawali berdirinya Wonosobo. Bukit cinta yang ada di Desa Maron Kecamatan Garung tersebut juga menjadi pertemuan beberapa jalur pertanian yang harapannya bisa dibangun jalan untuk memudahkan akses pengunjung.

“Salah satu kendalanya sekarang karena sudah bisa dijangkau kendaraan roda empat adalah tidak bisa dua jalur, sehingga harus bergantian. Meski belum ramai, tapi kami berharap bisa menata akses untuk keamanan para pengunjung juga. Selain itu, beberapa pengunjung juga ada yang tersesat karena mengandalkan Google Map meskipun tidak begitu jauh,” katanya.

Berbagai potensi pertanian yang bisa dilihat langsung para pengunjung seperti pertanian. Dengan tiket masuk per orang Rp5.000, para pengunjung bisa mendatangi beberapa spot yang menarik untuk foto di atas bukit. Selain café, di atas bukit juga ada destinasi camping maupun camping mewah atau glamcamp dengan suguhan kopi lokal. Beberapa kuliner khas kawasan telaga menjer juga menjadi daya tarik tersendiri seperti uceng krispi hingga olahan ikan yang dibudidayakan di telaga. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang