Buka Usaha Kue Bagelen Oke, Ben Libatkan Karyawan Difabel

DIFABEL. Usaha rumahan Kue Bagelen Oke di Kampung Kupatan, Kedungsari, Magelang Utara mempekerjakan karyawan yang sebagiannya merupakan orang berkebutuhan khusus. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DIFABEL. Usaha rumahan Kue Bagelen Oke di Kampung Kupatan, Kedungsari, Magelang Utara mempekerjakan karyawan yang sebagiannya merupakan orang berkebutuhan khusus. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Usaha Charles Bernadus Kumentas (60) bersama istrinya Lindawati di Kampung Kupatan, Kedungsari, Magelang Utara ini patut dicontoh. Pasalnya, perusahaan kecil yang memproduksi kue Bagelen Oke itu mempekerjakan beberapa karyawan difabel.

Di awal usaha pasangan suami-istri ini merekrut 10 karyawan difabel dengan keterbatasan beragam dari tunarungu, tunawicara, hingga tunagrahita.

“Kami merasa tergerak hati untuk membantu mereka bekerja, karena tidak banyak usaha yang bisa menerima mereka. Lagipula saya menjalani usaha ini juga sebagai ladang ibadah,” katanya, kemarin.

Seiring perjalanan waktu, saat ini karyawan dari difabel tersisa sebanyak empat orang, terdiri dari tiga laki-laki dan satu wanita. Keempatnya memiliki kekurangan di pendengaran, bicara, dan intelektual.

“Mereka asalnya dari Kota dan Kabupaten Magelang, yakni Dumpoh, Soka, Tempuran, dan Kalinegoro. Mereka sudah lama ikut saya,” kata Ben, sapaan akrabnya.

Ben mengaku, meski mempekerjakan karyawan berkebutuhan khusus namun produktivitas mereka tidak kalah dengan orang normal.

“Bahkan, mereka lebih tekun, fokus, dan kerjanya bagus. Mereka juga bisa mengerjakan pekerjaan lain, kecuali tunagrahita yang hanya fokus pada satu tugas saja. Dukanya di komunikasi, karena memakai bahasa isarat. Ya kita harus saling mengerti dan sabar,” paparnya.

Di masa pandemi ini, Ben menyebutkan, usahanya ikut terdampak. Pendapatannya menurun hingga 50 persen. Terlebih saat berlakunya PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 lalu, pihaknya berhenti operasi dan berdampak pada pendapatan usaha maupun karyawan.

“Mulai Senin (26/7) kita mulai lagi meski PPKM diperpanjang. Walaupun libur, karyawan kami tetap digaji,” tuturnya.

Usaha pasangan suami istri inipun mendapat tanggapan positif dari Pemkot Magelang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo mengaku bangga usaha kue Bagelen Oke bisa menggandeng kaum berkebutuhan khusus.

Artikel Menarik Lainnya :  Limbah Tahu Mampu Diolah Jadi Biogas di Tidar Campur

“Mereka sangat terbantukan dengan bekerja di Bagelen Oke, merasa diorangkan, dan membantu ekonomi mereka. Terpenting lagi dapat memotivasi UMKM lain untuk juga bisa melibatkan mereka, karena ternyata mereka bisa bekerja dengan baik,” katanya. (wid)