Buka PTM Terbatas, Dikpora Wonosobo Pastikan Semua Guru harus Divaksin

PTM TERBATAS. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, M Kristijadi, saat meninjau kesiapan PTM Terbatas di SMPN 2 Wonosobo, Selasa (31/8).
PTM TERBATAS. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, M Kristijadi, saat meninjau kesiapan PTM Terbatas di SMPN 2 Wonosobo, Selasa (31/8).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COMDikpora Wonosobo akan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di satuan pendidikan PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs di Wonosobo. Namun proses pelaksanaan baru akan digelar pada 8 September 2021 mendatang.

“Hasil rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk Kemenag Wonosobo, kita akan membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ungkap Kepala Dikpora Wonosobo, HM Kristijadi, kemarin.

Menurutnya, dikpora telah menyiapkan panduan untuk pedoman pelaksanaan PTM terbatas, dan memberi waktu kepada sekolah atau satuan pendidikan yang mengajukan selama tujuh hari.

“Jadi kita beri waktu tujuh hari untuk bersiap, meski dulu pernah dilakukan simulasi, persiapan ini untuk memperkuat bagi yang sudah simulasi dan yang belum simulasi sudah disiapkan panduan,” katanya.

Kristijadi menambahkan bahwa, dalam pelaksanaan PTM terbatas, seluruh infrastruktur, baik itu ruang sekolah, alat cuci tangan dan kapasitas ruang sekolah serta tata cara baru dalam masuk sekolah sudah dimonitoring, termasuk vaksin bagi para pendidik.

“Untuk vaksin kepada para pendidik sudah 100 persen, yang belum ada tapi sedikit, itu juga karena terkendala masalah kesehatan,” ucapnya

Sementara itu, Sekretaris Dikpora Wonosobo, Slamet Faizi menegaskan bahwa 97 persen satuan pendidikan untuk SD dan SMP sudah siap menjalani pendidikan tatap muka secara terbatas. Sedangkan untuk satuan pendidikan PAUD baru 49 sekolah.

“Kalau SMP 100 persen, semua mengajukan PTM, sedangkan untuk SD baru sekitar 97 persen, dan yang paling kecil adalah PAU, baru 49 satuan pendidikan,” bebernya.

Menurutnya, Disdikpora telah menerbitkan pedoman persiapan dan pelaksanaan simulasi PTM dan PTM Terbatas pada satuan pendidikan PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs. Dalam menentukan lokasi sekolah untuk PTM Terbatas, Disdikpora melakukan prosedur secara selektif, terbatas dan bertahap.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Pasang Target Masuk Kategori Badan Publik Informatif

“Jika PTM Terbatas kali ini berhasil, maka PTM Terbatas berikutnya bisa diperluas lagi,” katanya

Dijelaskan bahwa target dari PTM ini bukan pada capaian target pembelajaran tapi lebih pada pelaksanaan prokes Covid-19 yang baik dan ketat. Sehingga semua warga sekolah aman dan sehat.

“Untuk melaksanakan PTM, sekolah, siswa sudah, guru dan tenaga kependidikan sudah diseleksi ketat. Guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin sebelumnya, ini tidak main-main karena menyangkut keselamatan siswa dan pendidik,” ujarnya

Disebutkan, siswa juga tidak punya penyakit bawaan, bukan berasal dari daerah zona merah, pulang berangkat dijemput dan mendapat izin dari orang tua. Siswa yang mengikuti PTM Terbatas juga tidak wajib mengenakan seragam sekolah. Boleh memakai baju dan celana bebas. Namun tetap memperhatikan aspek kesopanaan. (gus)