Buka Akses Jalan di Tengah Pemukiman Padat, 13 Rumah Warga Jaraksari Dikepras

MONITOR. Bupati bersama jajaran forkompimca melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan pelebaran jalan di tengah pemukiman padat penduduk Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo.
MONITOR. Bupati bersama jajaran forkompimca melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan pelebaran jalan di tengah pemukiman padat penduduk Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 13 rumah di Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo dikepras untuk pelebaran jalan. Hal tersebut menyusul susahnya akses sosial ekonomi, dan kedaruratan masuk ke pusat pemukiman terpadat di Wonosobo itu.

“Keinginan warga memiliki jalan ini memang sudah digadang sejak lama, mengingat jalan yang layak tersebut sangat bermanfaat bagi aktivitas masyarakat, baik dilihat dari sisi ekonomi, sosial, bahkan terkait tentang kewaspadaan gawat darurat serta bencana yang mungkin terjadi,” ungkap Ketua RW 1 Jaraksari Untung Nurohman, kemarin.

Proses pelebaran jalan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, didampingi kepala DPUPR, anggota DPRD dan jajaran forkompimca melakukan monitoring langsung ke lokasi pelebaran jalan di RW 1 Kelurahan Jaraksari.

Menurutnya, RW 1 Kelurahan Jaraksari Wonosobo, merupakan  pemukiman padat penduduk, tidak memiliki jalan  layak dan memadai yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga,  kekompakan dan keikhlasan warga yang menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk pelebaran jalan, patut mendapatkan apresiasi

“Dengan partisipasi yang luar biasa itu, kami akan segera memiliki jalan yang cukup memenuhi syarat, dengan lebar selebar 3,5 meter sepanjang 200 meter yang menghubungkan dari Jalan Muntang, RW 2, RW 1 Jaraksari, hingga tembus Jalan Jogonegoro atau jalan raya depan SMA N 1 Wonosobo,” ucapnya.

Untung menambahkan terkait jalan ini, pihaknya mengaku tidak memiliki lahan untuk pelebaran jalan, namun saluran irigasi yang melintas di atas kampung dan posisi sudah tertutup. Sehingga, upaya yang dilakukan membangun jalan diatas saluran itu.

“Jadi pelebaran yang dilakukan sudah di musyawarahkan dengan warga, bangunan rumahnya terdampak, baik yang berada di atas saluran irigasi maupun masyarakat yang menghibahkan lahan milik pribadinya. Mereka memberikan secara sukarela dengan ikhlas tanpa paksaan, dan menyatakan dukunganya dengan ditandatangani di atas materai,” katanya.

Lebih lanjut Untung menyatakan bangunan yang terdampak pelebaran jalan tersebut sedikitnya ada 8 bangunan yang berada di atas saluran irigasi dan 5 bangunan dari hibah warga. Sementara estimasi besaran anggaran dan waktu pelaksanaan kurang lebih Rp85 juta dan dilaksanakan dua bulan.

“Pelebaran jalan ini, berdampak terhadap bangunan warga yang harus dikepras, untuk yang menghibahkan ada 5 orang. Adapun yang diatas saluran irigasi ada 8 orang. Jadi total ada 13 bangunan yang terdampak langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengemukakan bahwa akses jalan di tengah pemukiman penduduk memiliki posisi  penting, sebab dengan  menjadi lebar, mobil bisa masuk, damkar, ambulans, dan sebagainya.

“Semoga ini menjadi amal baik kita semua, memberikan akses jalan yang lebih luas, sehingga bermanfaat untuk berbagai kepentingan umum dan juga sosial,” katanya.

Menurutnya, keikhlasan warga untuk merelakan tanah dan bangunan merupakan wujud dari masyarakat yang Pancasilais. Ada nilai kegotongroyongan, keikhlasan dan kekompakan demi kepentingan umum.

“Warga Jaraksari ini, yang tidak hanya memakai baju Pancasilais namun warga Jaraksari benar-benar sudah mengamalkan Pancasila, negara ini kuat karena gotong-royong. Apapun itu, program setinggi apapun tanpa gotong-royong mustahil berhasil.

Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wonosobo secara umum dan khususnya warga Jaraksari ini,” pungkasnya. (gus)