BPUM Disalurkan hingga September dengan Melihat Kuota Pendaftar

BPUM Disalurkan hingga September dengan Melihat Kuota Pendaftar
BANTUAN. Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Magelang, siap dalam pendataan pengajuan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku UMKM masyarakat Kabupaten Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM, KOTA MUNGKID – Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melalui Plt Kabid UKM, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Magelang, Drs Arif Budi Prasetya, mengatakan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat tepatnya oleh Kementerian Koperasi dan UKM ( KemenkopUKM), akan disalurkan hingga bulan September 2021.

“Kalau dilihat dari pengajuan bantuan sebelumnya, pola nya setiap dua bulanan buka lagi pendaftaran.

Informasi yang saya terima sepanjang anggaranya mendukung dari Kemenkop akan buka pendaftaran sampai September. Namun bila kuota sudah mencukupi maka pengajuan akan ditutup,” ucap Arif Budi Prasetya, Selasa (29/6/2021).

Adapun selama tahun 2020 dan 2021, untuk warga Kabupaten Magelang telah mengajukan pengajuan pendaftaran bantuan sebanyak 118 ribu 2020, sampai Februari 2021. tahap kedua 51 ribu pengajuan hingga 23 April 2021, dan 124 ribu pengajuan hinga 22 juni 2021.

“Dari semua pengajuan, yang sudah menerima SK PDF ada 93715 penerima PDF SK, adapun penerima melalui aplikasi 133 493 penerima bantuan,” terang Arif Budi Prasetya.

Sementara, Kasi Bimbingan dan Jaringan Usaha (Bimjarus) Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Magelang, Sudarsono, mengatakan, untuk tahun 2021, bantuan yang diterima sebesar Rp 1.200.000.

“Sesuai intruksi dari Kemenkop, yang diintruksikan ke provinsi dilanjutkan ke kabupaten/kota, nilai bantuan sebesar Rp 1.200.000, dimana pada tahun 2020 sebesar Rp 2.400.000. Hal tersebut untuk pemerataan agar bantuan lebih merata,” jelas Sudarsono.

Adapun untuk masyarakat pelaku UMKM yang mengajukan bantuan, terdiri dari tiga unsur usaha, yaitu sektor produksi, perdagangan, dan jasa.

“Namun dari data yang ada kami kesulitan untuk mengidentifikasi terkait dengan pelaku UMKM baru, yang baru menjalankan memulai usahanya saat pandemi Covid 19, karena memang belum ada instrumen yang mengarah ke hal itu. Yang jelas memang ada penambahan pelaku UMKM selama masa pandemi Covid 19 ini,” tutur Sudarsono.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Manusia Silver Ikut Terjaring Razia PGOT