BPOM Dorong Masyarakat Wonosobo Jadi Produsen, Konsumen dan Distributor Pangan

KIE. Dinas Kesehatan Wonosobo gelar workshop Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bagi Masyarakat di Kabupaten Wonosobo.
KIE. Dinas Kesehatan Wonosobo gelar workshop Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bagi Masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pemkab Wonosobo melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan BPOM mendorong masyarakat Wonosobo agar menjadi produsen, konsumen dan distributor pangan yang sadar aman pangan. Hal tersebut untuk mengurangi penyakit metabolit yang berasal dari makanan dan pangan yang beredar.

“Kita perlu edukasi soal kemananan pangan. Jadi tidak hanya konsumen saja, tapi produsen dan distirbutor harus sadar dan mengetahui soal pangan yang aman itu,” ungkap Kabid Pelayanan dan SDK  Dinas Kesehatan Wonosobo, Sudarwoto dalam workshop Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bagi Masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan yang aman serta kemasan yang aman untuk pangan. Keamanan pangan dan bahan berbahaya, cara ritel pangan yang baik dan tata cara penyelenggaraan perizinan SPP-IRT.

Serta memberikan edukasi untuk mengurangi penyakit metabolit yang berasal dari makanan dan pangan yang beredar, terutama di toko dan ritel pangan di Kabupaten Wonosobo.

Baca Juga
Go Green, LazisNu Pakai Gedebog dan Besek Pembungkus Daging Kurban

“Masyarakat harus pandai dan jeli dalam memilih atau mengkonsumsi makanan. Pangan yang baik adalah yang berìzin edar, aman, dan bebas dari bahan berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Agung Supriyanto, selaku pengawas Farmasi dan Makanan Balai Besar POM di Semarang mengatakan, masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan konsumsi pangan yang aman dan sehat. Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari bahaya biologis  baik itu bakteri, serangga, tanah, feses dan air kotor yang mengandung mikroba.

“Selain itu bahaya kimia atau bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan seperti formalin, methanil yellow, rhodamin-b, dan boraks serta Bahaya Fisik potongan kuku, pecahan kaca, potongan logam, kerikil pasir, plastik, rambut,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang

Masyarakat harus cerdas memilih pangan yang aman dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Ijin edar, Kedaluarsa), gunakan juga kemasan pangan yang berlogo Tara Pangan atau bertuliskan Food Grade agar masyarakat terhindar dari bahaya kimia.

Di era pandemi covid 19 ini diharapkan, makanan tidak menjadi sumber penularan virus. Oleh karena itu masyarakat didorong untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di setiap perlakuan rantai pangan, dimulai dari bahan baku sampai produk di meja makan Form Farm to table Approach, selain itu untuk ritel pangan diminta hanya menerima produk pangan yang dijual dengan izin edar dan dalam kemasan baik, serta selalu mengecek data kadaluarsa produk.

Dengan KIE ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader gerakan keamanan pangan di seluruh pelosok Kabupaten Wonosobo. Karena mewujudkan pangan aman dan bebas bahan berbahaya adalah investasi bangsa. (gus)