Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng Digelar dengan Prokes Ketat

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo bersama Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno membuka tirai penutup sebagai simbolis peluncuran buku “Borobudur Marathon Mewarnai Zaman”. Turut menyaksikan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra dan Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An. (Foto: nur imr rosadi / magelang ekspres)
PELUNCURAN BUKU. Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo bersama Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno membuka tirai penutup sebagai simbolis peluncuran buku “Borobudur Marathon Mewarnai Zaman”. Turut menyaksikan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra dan Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An. (Foto: nur imr rosadi / magelang ekspres)

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Borobudur Marathon kembali digelar. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka Borobudur Marathon kali ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Namun  demikian tetap menyesuaikan kebutuhan para pelari dan situasi terkini.

Symphony of Energy menjadi tema yang diusung dari event marathon terbesar di Indonesia yang sudah menjadi agenda tahunan sejak 2017 lalu ini.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, selaku pihak penyelenggara menjelaskan, protokol kesehatan yang diaplikasikan tahun ini di antaranya ialah para pelari dari kategori elite race yang kondisi kesehatannya dipantau oleh Medical Director Borobudur Marathon bahkan dua pekan sebelum kedatangannya di Magelang.

“Sebagai tindakan preventif, tes usap antigen diwajibkan sebelum berangkat ke Magelang dan tes usap PCR juga dilakukan saat tiba di Magelang. Ini berlaku bagi semua orang yang terlibat pada kegiatan ini, baik dari pelari hingga panitianya. Hal ini dilakukan tentunya untuk tetap sama-sama menjaga para peserta dan pihak yang terlibat, sekaligus menjaga kota Magelang sebagai tuan rumah,” jelas Budiman, saat Pembukaan Borobudur Marathon 2021 powered by Bank Jateng, di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Jumat (26/11/2021).

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengakui bahwa kegiatan Borobudur Marathon ini secara tidak langsung mendukung UMKM Magelang salah satunya melalui program Pawone yang digulirkan bersama Bank Jateng.

Pada pelaksanaan acara 27-28 November 2021, peserta dapat menikmati sajian khas Magelang dari UMKM yang tergabung di Pawone Borobudur Marathon.

“Momen Borobudur Marathon ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian Magelang dengan meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM,” tambah Supriyatno.

Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An melanjutkan, sejak kegiatan pertama kali digelar pada tahun 2017, pihaknya berupaya untuk terus berinovasi dan secara konsisten menghadirkan keseruan setiap tahunnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! 128 Kasus Varian Omicron Terdeteksi di 9 Negara

“Kami di tahun ini membuka kategori Bank Jateng Tilik Candi yang menggaet 128 pelari untuk hadir bersama di Magelang dan menyatukan energinya dalam perhelatan tahun ini. Hal tersebut turut menjadi angin segar bagi penyelenggaraan offline race di Indonesia dan diharapkan menjadi gerbang yang terbuka kembali untuk penyelenggaraan offline race Borobudur Marathon ke depannya,” jelasnya.

Pada gelaran tahun ini, Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng menghadirkan tiga lomba yaitu Borobudur Marathon Elite Race, Bank Jateng Tilik Candi, dan Borobudur Marathon Virtual Challenge (BMVC). Pada pilihan tantangan virtual sendiri, Borobudur Marathon menggaet 8.008 pelari dari seluruh Indonesia dengan kategori 42k, 21k, dan 10k.

Pembukaan Borobudur Marathon 2021, diwarnai dengan launching buku “Borobudur Marathon Mewarnai Zaman’’. Kisah perjalanan Borobudur Marathon ini diceritakan dalam buku ini. (imr)