BOR RS Turun Lagi, Tinggal 68,4%

SEKAT. Penyekatan di Simpang Trio, Jalan Jenderal Sudirman masih diberlakukan karena Kota Magelang masih menerapkan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021 mendatang. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
SEKAT. Penyekatan di Simpang Trio, Jalan Jenderal Sudirman masih diberlakukan karena Kota Magelang masih menerapkan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021 mendatang. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Magelang menurun drastis hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, periode tiga, 3-9 Agustus 2021. Sempat melonjak pada Juli lalu mencapai 82,8 persen, BOR turun di pekan terakhir Juli menjadi 79 persen. Hingga saat ini hanya 68,4 persen tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, penurunan signifikan ini seiring dengan kedisiplinan masyarakat yang semakin besar. Semenjak PPKM darurat sampai PPKM level 4, Pemkot Magelang intens memantau aktivitas masyarakat.

”Tren mengalami penurunan, tentu ini andil semua pihak, pemerintah, Forkompimda, masyarakat, pengusaha, dan semuanya sehingga awal Agustus ini kita mendapat harapan yang baik, dengan penurunan BOR maupun positive rate,” kata Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu, Rabu (4/8).

Jumlah pasien yang masih menjalani isolasi mandiri dan terpusat juga mulai menurun. Hal itu terlihat jelas dari penurunan angka kasus harian. Mulai pekan ini, kasus harian yang semula di atas 50 orang menurun menjadi belasan orang saja.

”Padahal tingkat testing yang kita lakukan masih sangat tinggi. Jauh dari standard WHO 112 orang per pekan, dan di atas rata-rata nasional 261 spesimen pengetesan,” ujarnya.

Meski demikian, angka positive rate-nya juga turun, Rabu (4/8) hanya 15 orang kasus konfirmasi baru, sehingga totalnya sampai saat ini tercatat 5.220 kasus.

Dari jumlah itu angka kesembuhan mencapai 4.535, masih dirawat 83 orang, isolasi di rumah 355 orang, isolasi di hotel 19 orang, dan meninggal dunia sebanyak 228 jiwa.

”Melihat data di lapangan rumah sakit rujukan kita hampir 75 persennya adalah masyarakat luar daerah. Warga asal Kota Magelang yang dirawat ada 83 orang, sedangkan jumlah pasien yang dirawat di empat RS rujukan ada 376. Itu artinya bahwa 293 pasien yang dirawat merupakan warga berasal dari luar Kota Magelang,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Coca-Cola Serahkan Bantuan Produk Minuman ke Tenaga Medis Semarang

Meski demikian, Joko meminta agar tenaga kesehatan dan seluruh rumah sakit rujukan untuk tetap profesional dan tidak melakukan dikotomi. Menurutnya, Kota Magelang yang menjadi daerah rujukan harus memberi pelayanan yang terbaik.

”Diperlakukan sama, kita berusaha keras supaya angka Covid-19 menurun tak hanya di Kota Magelang tapi juga di daerah sekitar. Keberhasilan ini menjadi keberhasilan semua pihak,” papar dia.

Untuk diketahui, Pemkot Magelang resmi memutuskan perpanjangan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sampai dengan 9 Agustus 2021. Aturan tersebut diwujudkan dalam Instruksi Walikota (Inwal) No 3 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4.

Secara umum tidak ada perbedaan dengan Inwal No 2 Tahun 2021. Di antaranya, pedagang kaki lima (PKL), warung makan terbuka diperbolehkan menyediakan dine in (makan di tempat) dengan maksimal per meja 3 orang dan durasinya 20 menit. Sementara tempat ibadah masih belum diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah berjamaah. Demikian halnya dengan resepsi pernikahan, masih belum diperbolehkan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Magelang per 3 Agustus 2021, BOR rumah sakit rujukan mulai menurun. RSUD Tidar misalnya menyisakan 48 tempat tidur dari 156 yang tersedia. Selanjutnya, RST dr Soedjono tersisa 32 tempat tidur dari 152 ketersediaan. Kemudian di RSJP Prof Dr Soerojo tersisa 86 tempat tidur isolasi, dari total kapasitas 220 tempat tidur. Yang terakhir, RSUD Budi Rahayu menyisakan 41 tempat tidur dari 55 tempat tidur yang disediakan. (wid)